x

81 Tahun Indonesia Merdeka, Andre Yulius Serukan Perangi Korupsi

3 minutes reading
Tuesday, 11 Aug 2026 12:17 288 View Redaksi Tajuk.News
TAJUK SIDOARJO – Memasuki usia ke-81 tahun pada 2026, kemerdekaan Indonesia kembali menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus merefleksikan perjalanan bangsa dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Kemerdekaan yang diraih Indonesia bukanlah hadiah. Kemerdekaan lahir dari perjuangan panjang, pengorbanan jiwa dan raga, serta persatuan seluruh rakyat dalam merebut dan mempertahankan kedaulatan bangsa.

Namun, di tengah perayaan HUT ke-81 RI, semangat kemerdekaan dinilai tidak boleh berhenti pada seremoni. Kemerdekaan harus terus diperjuangkan dalam bentuk nyata, salah satunya dengan membebaskan masyarakat dari praktik korupsi.

Pesan tersebut disuarakan Dr. dr. Andre Yulius, MH, yang mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai gerakan bersama untuk membangun Indonesia yang lebih bersih, mandiri, dan sejahtera.

Menurut Andre, makna kemerdekaan sejati adalah kemampuan bangsa untuk berdikari dan memastikan kesejahteraan rakyat, bukan memberikan ruang bagi oknum untuk memperkaya diri melalui uang negara.

“Makna merdeka itu berdikari, bukan memperkaya diri dengan korupsi. 81 tahun Indonesia merdeka, saatnya bebaskan bangsa dari belenggu korupsi. Kemerdekaan sejati adalah saat rakyat sejahtera dan pejabatnya jujur,” tegas Andre.

Ia mendorong pemerintah dan seluruh elemen bangsa untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi. Menurutnya, pembenahan sistem birokrasi juga menjadi bagian penting agar pengelolaan negara benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Jika negeri ini ingin berubah lebih baik, maka sikat habis para koruptor. Buat dan sahkan UU hukuman mati bagi para koruptor, UU perampasan aset para koruptor, kembalikan hak rakyat, dan benahi sistem birokrasi yang bobrok,” ujarnya.

Andre menilai korupsi bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga ancaman terhadap cita-cita kemerdekaan. Sebab, ketika uang dan hak rakyat disalahgunakan, masyarakat secara tidak langsung kembali mengalami bentuk penjajahan dalam wajah yang berbeda.

“Bangsa yang merdeka tidak akan membiarkan hak rakyatnya dicuri,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk membangun budaya antikorupsi mulai dari lingkungan masing-masing. Menurutnya, perjuangan menjaga kemerdekaan pada masa kini membutuhkan keberanian untuk mempertahankan integritas dan kejujuran.

“Hancurkan korupsi, hadirkan kemerdekaan yang hakiki bagi seluruh rakyat. Korupsi adalah penjajahan modern. Mari lawan dengan integritas tinggi,” katanya kepada Tajuk.news.

Lebih lanjut, Andre menegaskan kecintaan terhadap tanah air tidak cukup hanya ditunjukkan melalui pengibaran bendera dan perayaan kemerdekaan. Menjaga uang rakyat dan memastikan penggunaannya untuk pembangunan juga merupakan bentuk nyata cinta kepada Indonesia.

“Cinta tanah air berarti menjaga uang rakyat untuk kemajuan bangsa. Jangan wariskan budaya korupsi kepada generasi penerus bangsa ini,” ujarnya.

Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, ia berharap masyarakat dapat menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk menciptakan perubahan.

“Indonesia maju hanya bisa terwujud tanpa adanya korupsi. Mari rayakan kemerdekaan dengan komitmen menjaga kejujuran. Satu tindakan jujur jauh lebih berharga daripada seribu slogan merdeka,” pungkas politisi muda sekaligus pengusaha tersebut.

Bagi Andre, perjuangan mewujudkan Indonesia yang bersih membutuhkan konsistensi, keberanian, dan keteladanan. Semangat kemerdekaan pun diharapkan tidak hanya menjadi slogan tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk memastikan rakyat benar-benar menikmati arti kemerdekaan.

Kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan, tetapi juga bebas dari korupsi, ketidakadilan, dan penyalahgunaan kekuasaan.(Ida)

LAINNYA
x