x
Pemerintah Kabupaten Bangkalan Advertisment

Pemuda Muhammadiyah Dorong Solusi Konkret Pendidikan di Pamekasan

2 minutes reading
Friday, 22 May 2026 18:36 281 View Redaksi Tajuk.News

TAJUK BANGKALAN – Narasi kritik terhadap pemerintah dalam isu pendidikan dinilai sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Namun, framing penolakan terhadap kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) ke Madura disebut tidak boleh berhenti pada simbol penolakan semata.

Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Bangkalan, Indra, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mendorong solusi nyata atas berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Pamekasan.

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat mulai dari mahasiswa, pemerintah, sekolah, organisasi masyarakat hingga warga harus bersinergi untuk memperbaiki kualitas pendidikan di daerah tersebut.

“Problem pendidikan di Pamekasan memang kompleks dan sudah berlangsung lama. Mulai dari kekurangan guru agama di ratusan SD negeri, persoalan kepala sekolah, hingga sengketa lahan sekolah yang menyebabkan siswa harus belajar di rumah warga dan tenda darurat,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Indra menilai kunjungan kerja Mendikdasmen RI bersama Gubernur Jawa Timur ke Kabupaten Pamekasan justru menjadi momentum strategis untuk menyampaikan berbagai persoalan pendidikan secara langsung kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

“Dialog terbuka dan penyampaian data yang kuat akan lebih berdampak dibanding sekadar penolakan simbolik. Penolakan sepihak justru berpotensi mengaburkan substansi persoalan pendidikan itu sendiri,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah berbagai elemen masyarakat sipil di Madura yang selama ini aktif menghadirkan solusi alternatif di bidang pendidikan. Mulai dari Muhammadiyah, pondok pesantren, komunitas literasi hingga relawan pendidikan dinilai terus berupaya memperkuat akses pendidikan melalui sekolah, beasiswa, penguatan karakter, hingga dakwah pendidikan berbasis komunitas.

Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai penting untuk diperkuat agar kritik tidak hanya menjadi ekspresi kemarahan, melainkan berubah menjadi energi perbaikan bersama demi masa depan pendidikan yang lebih baik.

Indra turut meminta masyarakat melihat kondisi pendidikan di Pamekasan secara proporsional. Di tengah berbagai tantangan yang ada, masih banyak guru, sekolah, komunitas, dan pelajar yang terus berprestasi serta berjuang menjaga kualitas pendidikan.

“Pendekatan yang lebih konstruktif adalah menjadikan momentum kunjungan pejabat negara sebagai ruang advokasi bersama. Kita harus mendesak pemerataan guru, peningkatan kualitas sekolah, penyelesaian konflik fasilitas pendidikan, dan penguatan kesehatan mental pelajar. Kritik tetap penting, tetapi harus dibarengi tawaran solusi dan semangat membangun,” tutupnya.(Edi)

LAINNYA
x