x
Pemerintah Kabupaten Bangkalan Advertisment

Kisah Haru di Samsat Bangkalan, Penyandang Disabilitas Rela Naik Becak Demi Bayar Pajak Kendaraan

3 minutes reading
Tuesday, 19 May 2026 20:33 345 View Redaksi Tajuk.News

TAJUK BANGKALAN – Semangat nasionalisme dan kepatuhan hukum ditunjukkan seorang warga asal Cokroh, Kabupaten Bangkalan, meski hidup dalam keterbatasan fisik dan sebatang kara. Pria penyandang disabilitas tersebut rela datang ke Kantor Bersama Samsat Bangkalan dengan menumpang becak demi memenuhi kewajibannya membayar pajak kendaraan bermotor lima tahunan atau ganti STNK.

Kisah haru itu terjadi pada Selasa (19/5/2026) dan langsung menarik perhatian petugas Samsat Bangkalan. Melihat kondisi wajib pajak tersebut, pihak Samsat pun bergerak cepat memberikan pelayanan khusus melalui sistem “jemput bola” agar proses administrasi dapat berjalan lebih mudah.

Pengelolaan Data Pelayanan Perpajakan (PDPP) Samsat Bangkalan, Ari Iriyadi, mengatakan pria tersebut datang seorang diri dengan membawa dokumen lengkap berupa STNK, BPKB, dan KTP asli atas nama sendiri.

“Saat saya tanyakan, beliau sedang mengurus proses penuh lima tahunan atau ganti STNK. Secara persyaratan kendaraan memang harus hadir untuk dilakukan cek fisik. Melihat kondisi beliau yang memiliki keterbatasan dan datang menggunakan becak, kami langsung mengambil kebijakan penanganan khusus,” ujar Ari.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Samsat Bangkalan memutuskan untuk menyelesaikan seluruh proses administrasi langsung di kediaman wajib pajak tersebut.

Petugas Samsat nantinya akan mendatangi rumah warga guna melakukan cek fisik kendaraan sebelum berkas diproses lebih lanjut di kantor.

“Kami mengimbau bapak tersebut untuk pulang dan beristirahat di rumah. Petugas kami yang akan datang melakukan cek fisik kendaraan. Setelah itu berkas dibawa kembali ke kantor Samsat untuk diproses, dan ketika STNK baru selesai dicetak akan kami antar langsung ke rumah beliau,” lanjut Ari.

Langkah pelayanan jemput bola tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus upaya Samsat Bangkalan dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan khusus.

Ari mengaku merasa bangga sekaligus terharu melihat semangat pria penyandang disabilitas tersebut dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor.

Menurutnya, tindakan warga asal Cokroh itu menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk mengabaikan kewajiban sebagai warga negara.

“Jujur saya merasa bangga dan terharu. Dengan segala keterbatasan yang ada, beliau masih berusaha keras datang ke Samsat naik becak demi memastikan kendaraannya tidak terlambat pajak. Ini sangat luar biasa,” ungkapnya.

Ia berharap kisah tersebut dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lain agar lebih disiplin dan tidak menunda pembayaran pajak kendaraan.

Pelayanan humanis yang diberikan Samsat Bangkalan mendapat apresiasi karena dinilai mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dan peduli terhadap kondisi masyarakat.

Program jemput bola yang diterapkan juga menunjukkan komitmen Samsat Bangkalan dalam memberikan pelayanan maksimal tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi fisik wajib pajak.

Dengan pendekatan yang humanis dan responsif, Samsat Bangkalan berharap tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor terus meningkat sekaligus memperkuat kesadaran hukum di tengah masyarakat.(Edi)

LAINNYA
x