x

Sulut Sabet Dua Penghargaan di Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026

3 minutes reading
Saturday, 7 Nov 2026 09:55 529 View Gian Limbanadi

TAJUKSULUT – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Sulawesi Utara (Sulut). Provinsi ini sukses membawa pulang dua penghargaan pada Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026 dari Kementerian Kebudayaan RI, Jumat 6 November 2026.

Dua penghargaan itu adalah kategori Pemerintah Daerah untuk promosi dan pengembangan kebudayaan, serta kategori Museum untuk pelestarian sejarah dan warisan budaya yang diraih Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyerahkan langsung penghargaan tersebut di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta. Wakil Gubernur Sulut, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., menerima penghargaan kategori Pemerintah Daerah, sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Sulut, Yorry Rommy Lesawengen, menerima penghargaan kategori Museum.

Dalam sambutannya, Fadli Zon mengucapkan selamat kepada seluruh penerima AKI 2026. Ia menyebut penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi negara kepada para pejuang kebudayaan, baik individu, kelompok, komunitas, maupun lembaga.

“AKI adalah bentuk penghargaan negara kepada mereka yang telah berkiprah dalam pemajuan kebudayaan Indonesia,” ujar Fadli.

Tahun ini, AKI 2026 menganugerahkan 63 penghargaan dalam tujuh kategori, yakni Indonesianis, Diaspora, Pemerintah Daerah, Taman Budaya, Anjungan Daerah di TMII, Media, dan Museum.

Fadli juga menekankan museum sebagai etalase budaya dan peradaban bangsa yang punya peran strategis dalam memajukan kebudayaan nasional.

Bagi Sulut, capaian ini menjadi buah dari kerja serius Pemprov di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, yang menempatkan kebudayaan sebagai salah satu pilar pembangunan.

Menurut Kadis Kebudayaan Sulut, Yorry Rommy Lesawengen, kebijakan Gubernur Yulius, khususnya revitalisasi Museum Negeri Provinsi Sulut, menjadi titik balik kebangkitan museum di daerah.

“Sejak direvitalisasi, museum mulai ramai dikunjungi, terutama anak muda. Museum kini menjadi ruang edukasi, bukan sekadar tempat menyimpan benda lama,” kata Yorry.

Data mencatat, hingga Oktober 2026, kunjungan ke Museum Negeri Provinsi Sulut sudah menembus 27.000 pengunjung.

Capaian lain yang tak kalah penting, sebanyak 29 karya budaya Sulut ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia sepanjang 2026. Jumlah ini menjadi rekor terbanyak bagi Sulut.

Tak hanya itu, satu Cagar Budaya Nasional juga berhasil ditetapkan, menambah daftar peninggalan sejarah Sulut yang diakui negara.

Di sisi lain, Pemprov Sulut terus menghidupkan ekosistem seni budaya melalui Rona Budaya, Festival Warisan Budaya, hingga Rally Teater. Ajang-ajang itu memberi panggung bagi seniman, komunitas, dan generasi muda untuk berekspresi.

Infrastruktur budaya juga dibenahi lewat revitalisasi Gedung Kesenian dan Taman Budaya.

Revitalisasi Museum Negeri Provinsi Sulut sendiri sebelumnya sudah menuai pujian dari Menteri Fadli Zon saat peresmiannya pada Mei 2026. Saat itu Fadli menyebut museum tersebut berpotensi menjadi salah satu museum terbaik di Indonesia dan kebanggaan warga Sulut.

“ Museum bukan hanya tempat menyimpan sejarah, tapi infrastruktur kebudayaan, sumber pengetahuan, inspirasi, dan penggerak ekonomi budaya,” ujar Fadli kala itu.

Dengan dua penghargaan AKI 2026 ini, Pemprov Sulut menegaskan komitmennya menjadikan kebudayaan bukan hanya warisan yang dilestarikan, tetapi juga kekuatan pembangunan, identitas daerah, dan sumber ekonomi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.***

LAINNYA
x