x

Bersejarah! Empat Pengurus PWI se-BMR Dilantik Bersamaan, Disaksikan Langsung Ketum PWI Pusat

3 minutes reading
Saturday, 7 Nov 2026 23:54 233 View Redaksi Tajuk.News

TAJUK KOTAMOBAGU – Sejarah baru tercatat dalam perjalanan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Bolaang Mongondow Raya (BMR). Untuk pertama kalinya, empat kepengurusan PWI kabupaten/kota dilantik secara bersamaan dalam satu agenda yang disaksikan langsung Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir.

Pelantikan pengurus periode 2026–2029 tersebut berlangsung di kawasan Paloko Kinalang (Sanpalk), Kota Kotamobagu, Jumat (6/11/2026) malam.

Kehadiran pimpinan tertinggi organisasi PWI itu menjadi momentum penting bagi insan pers di Sulawesi Utara, sekaligus mempertegas eksistensi dan peran strategis wartawan daerah dalam perkembangan pers nasional.

Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Ketua Umum PWI Pusat bersama jajaran pengurus PWI dari berbagai tingkatan.

Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai kehormatan bagi pemerintah dan masyarakat Kota Kotamobagu. Weny juga menyambut seluruh tamu dengan ungkapan adat Mongondow, “Niondon Dega Komintan”.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, diawali dengan persembahan Tari Kabela sebagai tarian penyambutan, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PWI, hingga pembacaan surat keputusan oleh Sekretaris PWI Provinsi Sulawesi Utara, Ardison Kalumata.

Empat ketua PWI yang resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2029 masing-masing adalah Fahmi Gobel sebagai Ketua PWI Kabupaten Bolaang Mongondow, Konni Balamba sebagai Ketua PWI Kota Kotamobagu, Viko Karinda sebagai Ketua PWI Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, serta Kurniawan Golonda sebagai Ketua PWI Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Prosesi pelantikan dan penandatanganan berita acara dipimpin Ketua PWI Sulawesi Utara, Sintya Bojoh, dengan disaksikan langsung Akhmad Munir dan jajaran pengurus PWI Pusat.

Dalam arahannya, Akhmad Munir mengingatkan bahwa dunia jurnalistik tengah menghadapi tantangan besar seiring perkembangan teknologi digital dan dominasi platform global.

Menurutnya, wartawan harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai dasar jurnalistik.

Ia mengajak seluruh anggota PWI untuk kembali memahami sejarah lahirnya organisasi tersebut pada 1946, ketika para wartawan turut mengambil bagian dalam perjuangan mengantarkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“PWI lahir dari para wartawan yang berjuang mengantarkan kemerdekaan Indonesia. Tantangan ke depan semakin berat dengan adanya disrupsi digital dan dominasi platform global, namun kita harus mampu beradaptasi, meningkatkan kompetensi, dan memastikan produk jurnalistik kita tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan kemajuan bangsa,” tegasnya.

Akhmad Munir juga menyoroti maraknya penyebaran informasi melalui media sosial yang tidak selalu mengedepankan prinsip dan kode etik jurnalistik.

Di tengah kondisi tersebut, ia menilai produk jurnalistik profesional harus tetap menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya masyarakat, dengan mengutamakan akurasi, keberimbangan, dan manfaat bagi kepentingan publik.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Sanpalk, Pelataran UDK, kawasan UMKM Eks Kantor Bupati Bolaang Mongondow itu turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran legislatif, serta sejumlah pimpinan daerah se-BMR.

Di antaranya Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, perwakilan Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Kodim 1303/Bolmong, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Muliadi Paputungan, serta perwakilan pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Bolaang Mongondow Utara.

Pada kesempatan yang sama, PWI Kota Kotamobagu menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Kotamobagu sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap penguatan pers yang profesional dan independen.

Penghargaan serupa juga diberikan kepada Bupati Bolaang Mongondow, Kapolres Kotamobagu, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu, serta PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM).

LAINNYA
x