Dua Inovasi Digital Pemprov Sulut Resmi Diluncurkan, Birokrasi Makin Cepat dan Transparan. (Foto: Diskominfo Sulut) TAJUKSULUT – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), resmi meluncurkan dua inovasi tata kelola pemerintahan berbasis digital, yaitu SIKOMANDO dan SIMPATI, di Ruang C. J. Rantung Kantor Gubernur Sulut, Rabu 4 Oktober 2026.
Peluncuran tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., didampingi Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Tahlis Gallang, jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama, dan undangan.
Dalam sambutannya, Wagub Victor menegaskan peluncuran dua proyek perubahan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemprov Sulut menghadirkan tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, akuntabel, dan berbasis digital.
Transformasi digital ini digagas oleh jajaran pimpinan tinggi pratama yang sedang menempuh Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II sebagai terobosan konkret untuk meningkatkan mutu pelayanan publik dan daya saing daerah.
SIKOMANDO: Hibah Ormas Keagamaan Tak Lagi Manual
Aplikasi SIKOMANDO atau Sistem Informasi Komprehensif Manajemen Digitalisasi Hibah Organisasi, diinisiasi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Anna Esther Pangalila.
Aplikasi ini hadir untuk mengatasi berbagai kendala administratif dalam pengelolaan hibah organisasi keagamaan dan rumah ibadah yang sebelumnya dilakukan secara manual.
Melalui sistem berbasis web ini, seluruh rantai proses mulai dari pengajuan proposal, verifikasi berkas, persetujuan, hingga pelaporan pertanggungjawaban kini dikelola secara terstruktur, transparan, dan terintegrasi untuk menjamin kepastian waktu serta integritas pelayanan.
SIMPATI: Cari Dokumen Investasi dari 12 Hari Jadi 1,2 Detik
Sementara itu, proyek perubahan SIMPATI atau Simpul Investasi – Regional Knowledge Management System, digagas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Roldy A. A. Mailangkay.
SIMPATI hadir untuk menjawab tantangan penyebaran dokumen kajian investasi yang selama ini terpencar di berbagai perangkat daerah.
Menggunakan sistem repositori pengetahuan investasi berbasis e-KMS, inovasi ini berhasil memangkas waktu pencarian dokumen dari yang mulanya memakan waktu 7 hingga 12 hari kerja menjadi hanya 1,2 detik saja, tanpa membebani APBD baru.
Wagub Victor meminta seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk memberikan dukungan penuh serta memperkuat sinergi integrasi data lintas sektor.
Para pengelola operasional juga diminta untuk merawat integritas data serta menjaga keamanan siber, sementara para pejabat inovator didorong agar terus mengembangkan proyek perubahan ini melalui perluasan jangkauan layanan hingga ke tingkat kabupaten dan kota.***