x

Sikap Pemilik Lahan Oboy Tuai Apresiasi, Beri Ruang Untuk Tambang Tradisional

2 minutes reading
Tuesday, 27 Oct 2026 20:16 215 View Gian Limbanadi

TAJUKBOLMONG – Aktivitas pertambangan secara tradisional di kawasan Perkebunan Oboy, Desa Pusian, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.

Sejumlah warga mengaku merasa terbantu dengan kebijakan pemilik lahan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menambang secara manual.

Jony, warga setempat, mengatakan, pemilik lahan tidak melarang masyarakat melakukan aktivitas pertambangan tradisional di lahannya. Bahkan, pemilik lahan disebut turut memberikan bantuan operasional kepada para pekerja.

“Sebagai masyarakat setempat, kami merasa terbantu. Pemilik lahan tidak melarang masyarakat melakukan aktivitas pertambangan secara tradisional. Bahkan, ada bantuan operasional yang diberikan kepada para pekerja tambang,” ujar Jony.

Menurut Jony, kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan oleh warga Bolaang Mongondow Raya (BMR). Masyarakat dari luar BMR yang ingin mengadu nasib sebagai penambang tradisional juga diberi kesempatan untuk bekerja di lokasi tersebut.

Ia menyebut, kesempatan itu sangat berarti bagi warga yang menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan manual tanpa menggunakan alat berat.

Meski demikian, perlu dipahami bahwa kawasan Perkebunan Oboy bukan merupakan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang telah ditetapkan pemerintah secara resmi.

Aktivitas yang berjalan saat ini disebut masih sebatas atas persetujuan pemilik lahan, bukan izin pertambangan resmi dari negara. Karena itu, aspek legalitas, keselamatan kerja, hingga perlindungan lingkungan tetap menjadi perhatian.

Masyarakat berharap ada perhatian dari pemerintah dan instansi terkait untuk memberikan kejelasan hukum terkait aktivitas tersebut, sehingga para penambang tradisional bisa bekerja dengan lebih aman dan terlindungi.

Jony pun berharap hubungan baik antara pemilik lahan dan masyarakat tetap terjaga, sembari menunggu solusi terbaik yang bisa mengakomodir kepentingan ekonomi warga tanpa mengabaikan aturan dan kelestarian lingkungan.***

LAINNYA
x