x

Pemprov Sulut Dorong Kompetensi ASN Lewat Program BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY

3 minutes reading
Monday, 26 Oct 2026 19:26 247 View Gian Limbanadi

TAJUKSULUT – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), terus mendorong peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN) melalui inovasi pengembangan kompetensi yang adaptif dan berbasis digital.

Hal itu diwujudkan lewat peluncuran program ASN BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY (Your Skill & Knowledge-Your Key to Victory) oleh BPSDM Provinsi Sulut, dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Kompetensi ASN Tahun 2026, Senin 26 Oktober 2026, di Kantor BPSDM Sulut.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Tahlis Gallang, menegaskan, bahwa pengembangan kompetensi menjadi kunci untuk meningkatkan profesionalisme ASN dan kualitas pelayanan publik.

Karena itu lanjutnya, dibutuhkan terobosan agar aparatur bisa belajar lebih luas dan berkelanjutan.

“Melalui program BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY, Pemprov Sulut mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai solusi untuk memperluas kesempatan belajar bagi ASN, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan anggaran pelatihan,” ujar Sekprov Tahlis.

Program ini menyasar sekitar 18.000 pegawai di lingkungan Pemprov Sulut, dengan target setiap ASN memenuhi kewajiban pengembangan kompetensi minimal 20 Jam Pelajaran (JP) setiap tahun.

Kepala BPSDM Sulut Franky Tintingon menjelaskan, bahwa masih banyak ASN yang belum mendapat kesempatan pengembangan kompetensi secara optimal, salah satunya karena keterbatasan anggaran pelatihan konvensional.

“Yang dibutuhkan cuma waktu, smartphone dan kuota,” ujar Tintingon.

Pada tahap awal, BPSDM Sulut menyediakan 18 materi pembelajaran digital dengan total 36 JP. Setiap materi memiliki bobot 2 JP, sehingga ASN yang menyelesaikan seluruh rangkaian bisa melampaui ketentuan minimal 20 JP.

Pembelajaran dirancang variatif, mulai dari materi bacaan, video, pelatihan, hingga kuis sebagai evaluasi. ASN yang lulus akan memperoleh sertifikat yang dapat didaftarkan dalam sistem MyASN.

“Kalau satu ASN mengikuti semua, terpenuhi 36 JP dari 18 pembelajaran ini. Jadi, lebih dari cukup untuk pengembangan kompetensi,” jelasnya.

Melalui sistem ini, ASN bisa belajar fleksibel tanpa harus meninggalkan tempat kerja atau mengikuti pelatihan tatap muka yang memakan anggaran besar.

BPSDM Sulut juga tengah menyiapkan regulasi berupa peraturan gubernur sebagai landasan pengembangan program menuju konsep Mapalus Corporate University.

Konsep ini diharapkan menghubungkan kegiatan pembelajaran aparatur dalam satu ekosistem yang terencana, sistematis dan berorientasi pada kebutuhan organisasi pemerintahan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan Government Learning Network, yakni penguatan jejaring pembelajaran untuk memperluas akses pengetahuan dan mendorong pertukaran pengalaman antar aparatur.

BPSDM Sulut juga merencanakan pengembangan aplikasi pada 2027, termasuk integrasi pembelajaran digital dengan diklat yang sesuai kebutuhan perangkat daerah.

“Ini dalam rangka memenuhi kebutuhan gap kompetensi ASN di perangkat daerah. Ke depan, aplikasi ini akan dikembangkan, termasuk dengan pelaksanaan diklat-diklat yang bersesuaian,” ungkapnya.

Rakor Pengembangan Kompetensi ASN Sulut Tahun 2026 ini juga membahas evaluasi pelaksanaan diklat sepanjang 2026 serta persiapan program diklat 2027.

Kegiatan dihadiri sejumlah Sekda dan Kepala BKD se-Sulut dan diisi penyuluhan antikorupsi dengan narasumber Dr. Magdalena Wullur.

Penguatan kompetensi ini diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan integritas dan profesionalisme ASN.

Melalui BAKU BEKING PANDE YSK-VICTORY, Pemprov Sulut mendorong budaya belajar berkelanjutan, sejalan dengan visi-misi Gubernur Sulut Yulius Selvanus dalam meningkatkan kualitas SDM dan memperkuat kapasitas aparatur pemerintah daerah.***

LAINNYA
x