x

Bupati Subandi Tegaskan Kontraktor Harus Tepat Waktu dan Berkualitas, Proyek Rp290 Miliar Siap Dikerjakan

4 minutes reading
Thursday, 18 Jun 2026 23:49 204 View Redaksi Tajuk.News
TAJUK SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat tata kelola pembangunan agar lebih berkualitas, transparan, dan tepat sasaran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperketat pengawasan terhadap seluruh proyek pemerintah yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Sidoarjo, Subandi, saat menghadiri Penandatanganan Kontrak Bersama Paket Pekerjaan Konstruksi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan itu dihadiri para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor pelaksana, serta konsultan pengawas.

Dalam sambutannya, Subandi meminta seluruh kontraktor yang mendapat pekerjaan pemerintah untuk menjalankan proyek sesuai jadwal dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Menurutnya, berbagai persoalan keterlambatan dan deviasi pekerjaan yang pernah terjadi harus menjadi pelajaran penting agar tidak terulang kembali.

“Hari ini kita ingin berbenah. Kita koreksi persoalannya sampai di mana. Ke depan kontraktor harus bekerja tepat waktu dan mutunya harus bagus,” tegas Subandi.

Ia juga menekankan pembangunan yang dilakukan menggunakan anggaran negara merupakan amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Karena itu, kualitas pekerjaan tidak boleh dikompromikan.

Tak hanya kepada kontraktor, Subandi juga memberikan perhatian khusus kepada para PPK agar lebih aktif melakukan pengawasan. Ia mengingatkan bahwa pengawasan yang ketat merupakan bagian dari upaya perbaikan tata kelola pembangunan sekaligus tindak lanjut arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memperkuat sistem pengawasan proyek pemerintah.

“Kepada para PPK saya minta betul-betul melakukan pengawasan. Kalau ada keterlambatan harus segera ditindaklanjuti. Saya tidak suka pekerjaan sampai terkena denda karena molor karena itu menunjukkan ada yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya sebatas administrasi. PPK dan konsultan pengawas harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai kontrak dan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.

“Kalau ada pekerjaan yang tidak bagus harus diberikan catatan. Pengawasan harus dilakukan secara ketat karena baik buruknya pembangunan Sidoarjo tergantung pada komitmen kita bersama,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Subandi juga menegaskan komitmennya untuk mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal dalam pembangunan daerah. Ia berharap paket pekerjaan yang masih dapat dikerjakan kontraktor lokal dapat diprioritaskan bagi perusahaan asal Sidoarjo.

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari peningkatan pendapatan pelaku usaha hingga bertambahnya kontribusi pajak daerah.

“Kita ingin perputaran ekonomi terjadi di Sidoarjo. Kalau pekerjaan itu mampu dikerjakan kontraktor Sidoarjo, kita upayakan dikerjakan oleh kontraktor Sidoarjo sehingga daerah juga mendapatkan manfaat dari perputaran ekonomi dan pajaknya,” katanya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo, Moh. Bahrul Amig, melaporkan bahwa pada Tahun Anggaran 2026 Pemkab Sidoarjo mengalokasikan 93 paket tender dengan total pagu anggaran mencapai Rp290,3 miliar.

Hingga Batch 2, proses tender telah mencakup 70 paket pekerjaan dengan nilai pagu sebesar Rp234,25 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 paket pekerjaan konstruksi dengan nilai kontrak sekitar Rp108,5 miliar telah memasuki tahap penandatanganan kontrak.

Paket tersebut terdiri dari, 20 paket di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, 3 paket di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air, 1 paket di Dinas Kesehatan, dan 1 paket di Badan Kepegawaian Daerah.

Sejumlah proyek strategis yang segera dikerjakan antara lain pembangunan RSUD Sedati senilai Rp42,6 miliar, peningkatan Jalan Bluru Kidul (Lingkar Timur)–Sidoklumpuk senilai Rp21,65 miliar, peningkatan Jalan Kebonagung–Tambak Kemerakan senilai Rp18,07 miliar, serta peningkatan Jalan Tambak Cemandi–Tambak Oso senilai Rp10,96 miliar.

Selain itu, terdapat pula 20 paket rehabilitasi gedung SD dan SMP dengan total nilai Rp14,46 miliar yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sidoarjo, serta rehabilitasi gedung kantor senilai Rp771,84 juta.

Menutup arahannya, Bupati Subandi mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan untuk bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab. Ia optimistis pembangunan akan berjalan lancar apabila setiap pihak menjalankan tugasnya dengan baik.

“Mari bersama-sama membangun Sidoarjo dengan penuh amanah. Uang yang digunakan untuk pembangunan adalah uang rakyat sehingga harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Saya yakin kalau semua bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya, pembangunan akan berjalan lancar dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tutupnya.(Ida)

LAINNYA
x