x

Pemkab Sidoarjo Targetkan Eliminasi TBC Tahun 2028, PKK Jadi Garda Terdepan Deteksi Dini

3 minutes reading
Thursday, 21 May 2026 20:05 468 View Redaksi Tajuk.News

TAJUK SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan eliminasi TBC atau tuberkulosis dapat tercapai lebih cepat dari target nasional tahun 2030. Pemkab Sidoarjo optimistis target eliminasi TBC bisa diwujudkan pada tahun 2028 melalui penguatan deteksi dini, pendampingan pasien, dan edukasi lingkungan sehat berbasis masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Peran PKK dalam Penanggulangan TBC Berbasis Lingkungan yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (21/5/2026).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi mengatakan, PKK memiliki peran strategis sebagai motor penggerak sekaligus ujung tombak eliminasi TBC di tengah masyarakat.

“PKK fokus pada deteksi dini, pendampingan pasien, dan promosi lingkungan sehat untuk memutus rantai penularan tuberkulosis,” ujarnya.

Menurut Sriatun, seorang ibu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan rumah yang sehat. Ia menyebut ibu sebagai “insinyur rumah tangga” yang menentukan kualitas kesehatan keluarga melalui pengaturan ventilasi, pencahayaan, hingga kebersihan rumah.

“Ibu di rumah adalah perancang utama kesejahteraan keluarga. Ibu memiliki kekuatan untuk mengatur tata letak dan ventilasi rumah agar menjadi hunian yang sehat dan nyaman,” katanya.

Dalam upaya eliminasi TBC, Sriatun juga mengajak masyarakat membiasakan gerakan “Pentasuling” atau pepe bantal, kasur, dan guling. Gerakan sederhana tersebut dinilai efektif menjaga kebersihan perlengkapan tidur sekaligus mencegah penyebaran penyakit di lingkungan rumah.

Ia meminta kader PKK terus mengedukasi masyarakat agar rutin menjemur perlengkapan tidur dan menjaga sirkulasi udara di rumah tetap baik.

Selain fokus pada pencegahan, Sriatun mengingatkan pentingnya dukungan moral kepada pasien TBC agar tidak merasa dikucilkan. Menurutnya, masih banyak pasien TBC yang merasa minder dan takut dijauhi masyarakat karena dianggap dapat menularkan penyakit.

“Jangan takut kepada pasien TB dan jangan sampai dikucilkan. Mereka butuh diajak komunikasi, diberikan dukungan agar rutin minum obat, kontrol, dan menjaga pola makan sehat meski tidak harus mahal,” tegasnya.

Ia juga meminta pasien TBC disiplin menggunakan masker untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Sementara itu, dokter spesialis paru, Bagus Wicaksono menjelaskan bahwa satu penderita TBC dapat menularkan penyakit kepada 15 hingga 20 orang lainnya apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami gejala TBC seperti batuk lebih dari dua minggu, batuk darah, sesak napas, hingga nyeri dada. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas untuk deteksi lebih lanjut.

“TB bisa sembuh jika ditemukan lebih awal dan pasien disiplin menjalani pengobatan,” katanya.

Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia, Khusnul Khotimah menegaskan kader kesehatan menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan sehat guna mencegah penularan TBC.

Ia menjelaskan sejumlah faktor lingkungan yang memengaruhi penyebaran TBC di antaranya ventilasi rumah, pencahayaan, kepadatan penghuni, dan kebersihan lingkungan. Rumah sehat, menurutnya, harus memiliki ventilasi memadai dengan tingkat kelembaban ideal sekitar 60 persen.

“TB adalah tanggung jawab kita bersama. Kolaborasi petugas TB dengan petugas sanitarian sangat penting untuk menemukan, mengobati hingga pasien sembuh,” ujarnya.

Di sisi lain, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Djoko Setijono menyampaikan, saat ini terdapat sekitar 5.800 kasus TBC di Kabupaten Sidoarjo dengan capaian penanganan mencapai 91 persen atau sekitar 5.700 kasus berhasil tertangani.

Untuk mendukung target eliminasi TBC tahun 2028, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo telah menyediakan layanan pengobatan TBC di 170 fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain memperluas layanan pengobatan, Pemkab Sidoarjo juga terus meningkatkan penemuan kasus suspect TBC melalui screening masif di masyarakat serta memperkuat pembentukan Desa Siaga TBC hingga tingkat desa dan kecamatan.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga mendorong pelaksanaan imunisasi dasar lengkap serta gerakan menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai langkah pencegahan penyebaran TBC di masyarakat.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, Pemkab Sidoarjo optimistis target eliminasi TBC pada tahun 2028 dapat tercapai lebih cepat demi menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.(Ida/Adv)

LAINNYA
x