x

Wali Kota Weny Gaib Siapkan Pusat UMKM Representatif di Kotamobagu

3 minutes reading
Monday, 15 Jun 2026 11:25 350 View Redaksi Tajuk.News
TAJUK KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kini berkembang pesat di kawasan pelataran Kampus Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK).

Pemerintah ingin geliat ekonomi kerakyatan yang tumbuh di kawasan tersebut tidak hanya menjadi fenomena musiman, tetapi mampu berkembang secara berkelanjutan.

Komitmen itu disampaikan langsung Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M, saat menjadi narasumber dalam Talk Show “Gita Bicara, Wali Kota Mendengar” bertema Transformasi Ekonomi Kerakyatan yang digelar di pelataran Kampus UDK, Sabtu malam (13/6/2026).

Dalam dialog yang berlangsung interaktif tersebut, Weny menjawab berbagai pertanyaan masyarakat, termasuk mengenai regulasi yang dinilai membatasi aktivitas para pelaku UMKM. Menurutnya, keberadaan regulasi bukan untuk menghambat usaha masyarakat, melainkan menciptakan tata kelola pemanfaatan ruang publik yang tertib serta memiliki kepastian hukum.

“Pemerintah hadir dengan regulasi karena kita berbangsa dan bernegara. Kawasan ini adalah milik masyarakat, sehingga penggunaannya harus ada aturan dan tidak bisa sembarangan. Namun, kami tidak kaku. Jika pemerintah bersikeras, tempat jual beli UMKM sebenarnya telah disiapkan di eks Rumah Sakit,” ujar Weny.

Ia menjelaskan, pemerintah memilih pendekatan yang lebih adaptif setelah melihat tingginya antusiasme masyarakat, khususnya kalangan anak muda, terhadap berkembangnya kawasan kuliner di lingkungan UDK. Karena itu, regulasi yang diterapkan dirancang tetap fleksibel tanpa mengesampingkan ketentuan peraturan yang lebih tinggi.

Menurut Weny, tantangan terbesar yang harus dihadapi para pelaku UMKM bukan hanya soal tempat berjualan, tetapi bagaimana mempertahankan minat masyarakat agar kawasan tersebut tetap ramai dikunjungi.

Ia mengingatkan agar para pelaku usaha tidak terjebak pada fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau tren sesaat. Inovasi dan kreativitas, kata dia, menjadi kunci agar kawasan UMKM UDK terus berkembang dan memiliki daya tarik yang berkelanjutan.

“Kalau konsepnya itu-itu saja, orang bisa bosan. Di sinilah pentingnya kolaborasi dan kreativitas agar kawasan ini terus hidup dan berkembang,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan, Pemerintah Kota Kotamobagu telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 untuk melakukan penataan kawasan halaman luas di depan pelataran UDK menjadi pusat UMKM yang lebih representatif, nyaman, dan tertata.

Tidak hanya membangun fasilitas, pemerintah juga tengah menyiapkan konsep aksesibilitas yang lebih baik agar masyarakat dapat dengan mudah memasuki kawasan tersebut dari berbagai arah.

“Tahun ini kami menyiapkan anggaran untuk membenahi halaman besar di depan kita ini untuk dijadikan tempat UMKM. Kami bersama tim perencana juga memikirkan aksesibilitasnya. Agar masyarakat lebih mudah masuk ke halaman yang sudah kami bangun dari tahun lalu ini, maka kami memikirkan agar pagar-pagar itu akan dikeluarkan sehingga masyarakat bisa masuk dari berbagai pintu,” tutupnya.

LAINNYA
x