Kapolres Bangkalan saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran Kepala Desa yang tergabung dalam PKDI di Mapolres Bangkalan, Jumat (8/5/2026).(foto: Edi)Dalam suasana penuh keakraban, para kepala desa menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Polres Bangkalan dalam membongkar jaringan tindak pidana pencurian hewan (curwan) yang selama ini meresahkan masyarakat, khususnya para peternak di wilayah Bangkalan.
Kapolres Bangkalan menegaskan bahwa persoalan pencurian hewan menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat desa.
“Para tokoh masyarakat dan Kepala Desa sepakat mendukung langkah Polres Bangkalan untuk menangkap dan membongkar jaringan pencurian hewan. Masalah ini menjadi perhatian serius karena sangat mengganggu ketenangan masyarakat,” ujar Kapolres Bangkalan.
Ia juga menyampaikan filosofi mendalam mengenai pentingnya hewan ternak bagi masyarakat Madura. Menurutnya, ternak bukan sekadar aset ekonomi, tetapi juga simbol kehormatan dan kebanggaan masyarakat.
“Bagi seorang Klebun, hewan ternak adalah mahkota, sementara bagi masyarakat umum ternak adalah berlian atau harta yang sangat berharga. Karena itu, saya membutuhkan dukungan moral dan dukungan nyata dari para tokoh masyarakat agar kita memiliki satu suara dan satu visi dalam memerangi pencurian hewan di Bangkalan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mangga’an, Kecamatan Modung, Marsaid, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi Kapolres Bangkalan beserta jajaran dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia menilai kehadiran polisi di tengah masyarakat sangat dirasakan manfaatnya, terutama di wilayah yang selama ini menjadi perhatian terkait kasus curwan.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Bapak Kapolres Bangkalan. Beliau telah menunjukkan kerja nyata yang luar biasa di Bangkalan, terutama di wilayah kami. Kehadiran kepolisian sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Marsaid.
Marsaid juga menegaskan komitmen para kepala desa untuk berada di garda terdepan membantu aparat kepolisian dalam mengungkap kasus pencurian hewan hingga tuntas.
“Kami para kepala desa siap membantu dan saling berkolaborasi. Kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang dan berharap kasus ini bisa diungkap hingga ke akar-akarnya, termasuk menangkap aktor intelektual di baliknya,” tutupnya.(Edi)