Bupati Sidoarjo H. Subandi saat melakukan sidak terhadap jembatan penghubung lintas kabupaten di Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Sabtu (2/5/2026).(foto: Ida)Dalam sidak tersebut, Bupati Subandi melihat langsung kondisi jembatan yang dinilai sudah tidak layak digunakan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kondisi fisik jembatan yang telah berusia tua menjadi salah satu penyebab utama tingginya risiko kecelakaan.
Selain itu, posisi jembatan yang lebih rendah dari badan jalan, lebar yang sempit, serta minimnya fasilitas pengaman turut memperparah situasi. Bahkan, pagar pembatas jembatan kini hanya tersisa di satu sisi, sementara sisi lainnya mengalami kerusakan cukup parah.
Warga setempat sempat mengambil inisiatif dengan memasang tali rafia sebagai penanda di bagian jembatan yang rusak. Namun, upaya tersebut tidak bertahan lama.
“Sengaja dipasang tali rafia oleh warga, namun sekarang sudah lepas. Kalau tidak ada rambu, dikhawatirkan pengendara bisa jatuh ke sungai, apalagi saat berpapasan kendaraan,” ujar Efendi (36), warga sekitar.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Subandi menyatakan bahwa pembangunan jembatan sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu, namun sempat tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran.
“Harusnya tahun kemarin jembatan ini sudah dibangun. Tapi karena ada efisiensi, akhirnya ditunda,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan pembangunan jembatan akan kembali dijadwalkan karena keberadaannya sangat vital sebagai akses penghubung antar kabupaten.
“Ini jembatan penghubung antar kabupaten dan akan segera kita bangun pada tahun 2027. Tentunya harus segera ada perbaikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, proses pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun 2027, sekitar bulan Maret atau April.
Selain rencana pembangunan, Bupati Subandi juga menyoroti perlunya normalisasi di sekitar area jembatan guna mendukung kelancaran fungsi infrastruktur tersebut.
“Kondisi di sekitar jembatan juga perlu dinormalisasi agar aliran air lancar dan struktur jembatan lebih aman,” tambahnya.
Dengan rencana pembangunan dan perbaikan tersebut, diharapkan akses transportasi antara Kabupaten Sidoarjo dan Mojokerto dapat menjadi lebih aman dan lancar. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur demi mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.(Ida)