Ribuan masyarakat dari wilayah Jember selatan memadati lapangan di Kasiyan Timur, Minggu pagi (26/4/2026), dalam kegiatan Konsolidasi Akbar Aliansi Masyarakat Jember Selatan Bersatu.(foto: Budi)TAJUK JEMBER – Ribuan masyarakat dari wilayah Jember selatan memadati lapangan di Kasiyan Timur, Minggu pagi (26/4/2026), dalam kegiatan Konsolidasi Akbar Aliansi Masyarakat Jember Selatan Bersatu. Kehadiran mereka bertujuan untuk menyuarakan aspirasi sekaligus mendata berbagai dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas PT Semen Imasco Asiatic terhadap kehidupan warga.
Peserta konsolidasi merupakan warga dari sejumlah kecamatan di Jember selatan, di antaranya Puger, Ambulu, Kencong, dan Wuluhan. Mereka mengaku terdampak secara langsung, baik dari sisi lingkungan maupun infrastruktur, akibat aktivitas perusahaan tersebut.
Kegiatan ini difokuskan pada inventarisasi dan pendataan dampak yang dirasakan masyarakat. Dalam forum tersebut, berbagai keluhan disampaikan, mulai dari kerusakan jalan, polusi debu, hingga dugaan penurunan kualitas lingkungan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari warga.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam konsolidasi tersebut, di antaranya Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, serta Ketua LSM Laskar Jahanam, Dwi Agus Budiyanto yang juga merupakan warga asli Jember selatan. Selain itu, hadir pula berbagai tokoh masyarakat setempat.
Dalam orasinya, Dwi Agus Budiyanto menegaskan pentingnya persatuan warga dalam memperjuangkan keadilan. Ia mengajak seluruh masyarakat terdampak untuk tidak bergerak sendiri-sendiri.
“Merdeka… merdeka. Ayo kita menyatukan satu suara atas nama Jember selatan. Bersama satu komando bersama MAKI Jatim. Tidak ada lagi kelompok-kelompok, karena jika bergerak sendiri-sendiri tidak akan memiliki kekuatan,” tegasnya.
Ia juga menuntut adanya keadilan, transparansi, serta tanggung jawab nyata dari pihak perusahaan atas dampak yang ditimbulkan, termasuk kerusakan jalan di sejumlah wilayah dan persoalan lingkungan.
Sementara itu, Heru Satriyo dalam sambutannya menyatakan komitmennya untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas. Pihaknya berencana mendorong audit menyeluruh terhadap operasional perusahaan dan membuka ruang pelaporan hukum apabila ditemukan pelanggaran.
“Kami akan mendatangkan tim ahli untuk meneliti dampak lingkungan yang ditimbulkan, termasuk pengaruh abu terhadap hasil pertanian seperti tembakau, serta kondisi sungai dan laut selatan,” ujarnya.
Dari pantauan di lokasi, ribuan warga tampak antusias mengikuti jalannya konsolidasi dengan harapan persoalan yang mereka hadapi segera mendapatkan solusi.
Salah seorang warga berinisial K dari Desa Grenden mengungkapkan bahwa kondisi wilayahnya sebelumnya relatif aman. Namun, sejak aktivitas kendaraan berat milik perusahaan meningkat, kondisi jalan menjadi rusak dan kerap terjadi kecelakaan. Selain itu, debu yang ditimbulkan juga dinilai mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
Pasca kegiatan, perwakilan warga bersama tokoh masyarakat Jember selatan dan MAKI Jawa Timur berencana melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional. Mereka dijadwalkan berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi ke Komisi XII DPR RI, serta berupaya bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto guna mencari solusi atas permasalahan tersebut.(Budi)