x
Pemerintah Kabupaten Bolmut Advertisment
Pemerintah Kabupaten Bolmut Advertisment
Pemerintah Kabupaten Bolmut Advertisment

Pimpin Rakor Forkopimda, Aditya Pontoh Soroti Kekeringan, Karhutla hingga Keamanan Wilayah

3 minutes reading
Thursday, 15 Oct 2026 14:10 177 View Yogi Baba

TAJUK BOLMUT-Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Mohammad Aditya Pontoh, S.IP., memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kamis (15/10/2026). Rapat ini membahas sejumlah persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, mulai dari keamanan wilayah, ancaman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga dampak kekeringan terhadap pertanian dan kebutuhan air bersih.

Dalam rapat tersebut, Aditya meminta para camat, lurah, dan sangadi agar aktif menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah masing-masing. Ia juga mengingatkan pemerintah di tingkat kecamatan dan desa untuk membantu meluruskan informasi yang keliru, termasuk kabar menyesatkan yang disebarkan melalui akun palsu di media sosial agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Selain persoalan keamanan, kondisi udara akibat kebakaran hutan dan lahan juga menjadi perhatian. Menindaklanjuti surat edaran Wakil Gubernur Sulawesi Utara, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat asap.

Dinas Kesehatan turut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bertambahnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, sesak napas, dan gangguan kesehatan lainnya.

Kekeringan Ganggu Lahan Pertanian di Enam Kecamatan

Persoalan lain yang menjadi perhatian serius adalah kekeringan yang mulai berdampak pada lahan pertanian masyarakat. Berkurangnya debit air irigasi dan mengeringnya sejumlah sumber air membuat petani di beberapa wilayah harus menghadapi keterbatasan air untuk tanaman mereka.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, dampak kekeringan terjadi di enam kecamatan.

Di Kecamatan Sangkub, sebanyak 12 desa terdampak, dengan luas lahan padi 106 hektare, jagung 35 hektare, dan hortikultura 4,475 hektare. Sementara di Kecamatan Bintauna, kekeringan melanda 14 desa, mencakup 125,5 hektare lahan padi, 14 hektare jagung, dan 3,5 hektare hortikultura.

Di Kecamatan Bolangitang Timur, tujuh desa terdampak dengan luas lahan padi mencapai 11,59 hektare. Adapun di Bolangitang Barat, lima desa terdampak, meliputi satu hektare lahan padi dan 11,94 hektare lahan jagung.

Dampak serupa juga terjadi di Kecamatan Kaidipang, dengan sembilan desa terdampak, mencakup 45 hektare lahan padi, 101 hektare jagung, dan dua hektare hortikultura.

Sementara di Kecamatan Pinogaluman, sebanyak 13 desa terdampak. Luas lahan padi yang mengalami dampak kekeringan mencapai 198,91 hektare, ditambah 0,8 hektare lahan hortikultura.

Tak hanya tanaman pangan, kekeringan juga berdampak pada sektor perkebunan. Data pemerintah daerah mencatat 48,3 hektare tanaman kelapa dalam, 11,8 hektare kakao, 5,1 hektare pala, dan 3,7 hektare cengkeh turut terdampak.

Pemerintah Salurkan Air Bersih untuk 2.101 KK

Di tengah kondisi kemarau, Pemerintah Kabupaten Bolmut juga berupaya membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Hingga September 2026, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan air bersih kepada 2.101 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 24 desa pada enam kecamatan terdampak.

Penyaluran ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama warga yang sumber airnya mulai berkurang akibat musim kemarau.

Menutup arahannya, Aditya menegaskan bahwa persoalan keamanan, kekeringan, dan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan Forkopimda, jajaran kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat.

Ia berharap koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar penanganan berbagai persoalan tersebut berjalan dengan baik. Dengan begitu, keamanan wilayah tetap terjaga, risiko gangguan kesehatan bisa ditekan, dan kebutuhan dasar masyarakat tetap mendapat perhatian di tengah kondisi kemarau.

LAINNYA
x