x

Ketua TIDAR Sulut Standius Bara Kunjungi Langsung Rumah Korban Drag Race Kotamobagu 

2 minutes reading
Thursday, 13 Aug 2026 19:21 244 View Gian Limbanadi

TAJUKKOTAMOBAGU – Lima hari setelah musibah maut pada ajang Open Tournament Drag Race & Drag Bike di Kelurahan Upai, Kotamobagu, riuh lintasan dan sorotan publik perlahan mulai mereda. Namun di rumah-rumah keluarga korban, duka mendalam masih belum beranjak.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulawesi Utara (Sulut), Standius Bara Prima, memilih datang langsung mengetuk pintu rumah-rumah keluarga korban pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Sebelum tiba di Kotamobagu menjelang subuh, Standius terlebih dahulu melihat kondisi korban luka yang masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Dari Manado, ia langsung melanjutkan perjalanan menuju rumah duka keluarga korban di wilayah Kotamobagu dan sekitarnya.

Dalam aksi kemanusiaan itu, Standius hadir bersama Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, anggota DPRD Sulut Dhea Lumenta, Ketua Panitia Drag Race Lucky Sugeha, Asisten I Pemkot Kotamobagu Sahaya Mokoginta, serta pengurus TIDAR Sulut dan Kotamobagu.

Rangkaian kunjungan diawali di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, lalu berlanjut ke Desa Pontodon.

Di Pontodon, rombongan diterima langsung oleh Sangadi Mulyono Mokodompit bersama pihak keluarga korban.

Perjalanan dilanjutkan ke beberapa rumah keluarga korban lainnya, termasuk hingga ke wilayah Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Di setiap rumah yang dikunjungi, Standius duduk bersama keluarga, mendengarkan cerita kehilangan mereka, serta menyampaikan belasungkawa dan santunan duka cita.

“Alhamdulillah, puji Tuhan, keluarga bisa menerima kami dengan baik,” kata Standius usai kunjungan di salah satu rumah keluarga korban di Desa Bilalang III.

Menurut Standius, TIDAR tidak baru bergerak setelah tragedi. Sejak hari pertama, pengurus TIDAR Kotamobagu telah berkomunikasi untuk memastikan korban dan keluarga mendapat pendampingan.

*Kami dari TIDAR sejak hari pertama sudah selalu berkomunikasi dengan teman-teman di Kotamobagu untuk mendampingi keluarga dan korban,” katanya.

Ia menegaskan, kehadiran TIDAR tidak lepas dari posisi organisasi tersebut sebagai salah satu sponsor dalam penyelenggaraan ajang balap pada Minggu, 9 Agustus 2026.

“Kami akan selalu support dari segi pendampingan, baik korban maupun keluarganya,” ujarnya.

Standius memastikan TIDAR tidak akan menghilang setelah suasana duka mereda. Organisasi itu akan tetap mengikuti perkembangan penanganan korban dan proses hukum.

“TIDAR bukan hanya sampai hari ini. Kapan pun, kami akan selalu hadir,” pungkas Standius.***

LAINNYA
x