x

Gubernur Yulius Minta Pejabat Eselon III Harus Berani Berinovasi

2 minutes reading
Friday, 17 Jul 2026 21:00 243 View Gian Limbanadi

TAJUKSULUT – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE memberikan penegasan kepada seluruh pejabat administrator atau eselon III di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. 

Ia menegaskan, bahwa dalam situasi fiskal yang penuh tantangan, tidak ada ruang bagi pejabat yang bekerja biasa-bisa saja.

Yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian berinovasi, menciptakan solusi dan melahirkan program yang berdampak langsung kepada masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Yulius saat pertemuan langsung dengan seluruh pejabat eselon III di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Jumat 17 Juli 2026.

“Kalian ini ujung tombak pemerintah. Kalian yang mengoperasionalkan, mengawasi secara langsung seluruh pekerjaan di provinsi. Karena itu tidak ada kata lain untuk bermalas-malasan,” ujar Gubernur Yulius.

Menurut Gubernur, tantangan pemerintahan saat ini jauh lebih berat dibanding tahun sebelumnya. Saat ini pemerintah harus berhadapan dengan pemotongan anggaran transfer ke daerah yang berdampak pada kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026, sehingga tertundanya sejumlah program pembangunan.

Kondisi tersebut kata Gubernur, justru menuntut pejabat eselon III berpikir lebih kreatif. Dengan anggaran yang terbatas, harus mampu menentukan prioritas program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kalian harus berani menentukan fokus. Dengan uang yang ada, mau dibawa ke mana agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Di situlah dibutuhkan inovasi,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan setiap program pemerintah harus diarahkan untuk menciptakan sumber-sumber pendapatan baru bagi daerah.

Ia menilai, masih banyak potensi PAD yang belum tergarap maksimal, mulai dari sektor pertambangan, perikanan hingga perkebunan. Ia mencotohkan, seperti komoditas cengkih yang dinilai belum mendapat perhatian optimal. Akibat minimnya terobosan, banyak petani memilih tidak memanen hasil kebunya karena harga yang terus merosot.

“Padahal itu masih bisa kita optimalkan. Kita kurang berani membuat terobosan. Pemerintah harus hadir di tengah teriakan masyarakat. Tidak boleh dibiarkan seperti ini, kita harus mencari solusinya,” katanya.

Dengan begitu lanjutnya, tugas utama pejabat eselon III bukan sekadar menjalankan administrasi, melainkan menjadi motor penggerak perubahan melalui gagasan dan inovasi.

“Kalian yang harus bekerja mencari solusi dan inovasi. Kalian dipersiapakan untuk berani berinovasi, merancang dan merencanakan kebijakan yang menjawab persoalan di lapangan,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Gubernur Yulius juga memastikan inovasi yang lahir dari para pejabat tidak akan sia-sia.

Menurutnya, setiap prestasi dan terobosan akan menjadi perhatian pimpinan dan menjadi salah satu dasar dalam pengembangan karir.

“Kalau inovasi kalian baik, pasti dilihat pimpinan. Saya pastikan kalian akan naik pangkat,” tandasnya.***

LAINNYA
x