sekretaris Daerah Jusnan C. Mokoginta beserta jajarannya saat mendatangi tenda pedagangTAJUK BOLMUT- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) kembali menghadirkan Gebyar Pasar Senggol sebagai upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Di ketahui Gebyar Pasar Senggol Bolmong Utara di pusatkan di lapangan Kembar Boroko (LKB) yang dibuka langsung oleh sekretaris Daerah Jusnan C. Mokoginta, Minggu (09/03/2026).
Dalam sambutannya, Sekda Boltara menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memberikan ruang bagi pelaku UMKM agar dapat berkembang dan memperluas pasar bagi produk-produk lokal.

Sekda Bolmong Utara Jusnan C. Mokoginta beserta saat memberikan sambutan pada pembukaan pasar senggol
Ia juga menuturkan bahwa Pasar Senggol merupakan gagasan Bupati Boltara yang telah dimulai sejak beberapa tahun terakhir dan kini kembali dilaksanakan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan ekonomi tahunan, tetapi juga dapat berkembang menjadi tradisi masyarakat Boltara yang selalu dinantikan setiap menjelang Lebaran.

Ketua Panitia Gebyar Pasar Senggol 2026, Syamsudin Olii saat memaparkan kondisi dari lokasi pasar senggol
Sementara itu, Ketua Panitia Gebyar Pasar Senggol 2026, Syamsudin Olii, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan berlangsung selama 10 hari, mulai 8 hingga 18 Maret 2026, di kawasan Lapangan Kembar Boroko.
Dalam laporannya, Samsudin menyampaikan bahwa kegiatan Pasar Senggol tahun ini diikuti oleh 85 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membuka lapak di area kegiatan. Ia juga mengungkapkan bahwa para pelaku UMKM yang terlibat memiliki rata-rata modal usaha sekitar Rp100 juta, yang digunakan untuk menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

sekretaris Daerah Jusnan C. Mokoginta beserta jajarannya saat turun langsung berkomunikasi dengan pedagang
Wartawan Tajuk.news memantau langsung aktivitas Pasar Senggol di Bolmong Utara mulai terlihat menjelang pertengahan Ramadan 1447 Hijriah. Sejumlah pedagang sudah membuka lapak mereka, namun jumlah pengunjung yang datang masih relatif sedikit.
Para pedagang menawarkan beragam produk kepada pengunjung, mulai dari pakaian, sendal, tas, ada juga alat sholat seperti baju Koko dan peci.

sekretaris Daerah Jusnan C. Mokoginta saat bercengkrama dengan pedagang saat Sesai meresmikan gebyar pasar senggol
Di sepanjang ruas jalan yang menjadi lokasi Pasar Senggol, tenda-tenda pedagang sudah berdiri memanjang.
Di tempat yang sama Warham Yasin salah satu pedagang yang menjajakan aksesoris seperti cincin, gelang dan kalung yang terbuat dari titanium dan besi putih ada juga peci dan koas kaki mengtaakna bahwa peminat pasar senggol di wilayah Bolmong Utara relatif banyak.
“Saya sudah ketiga kalinya berjulaan di pasar senggol yang ada di bolmut, dan Alhamdulillah pendapatan lumayan banyak karena daya beli masyarakat Bolmut lumayan tinggi,” ujarnya dengan wajah senyum.
Lanjutya, perbandingan omset yang saya dapatkan mulai dari pasar senggol perdana di buka dua tahun kemarin lumayan ada lonjakan pendapatan.
” Omset pendapatan saya pada penjualan pasar senggol tahun kemarin bisa capai 40 jutaan lebih selama sembilan hari,” jelasnya. (Adv)
(Yogi Baba)