Penjabat Bupati Bangkalan, Dr. Arief M. Edie, Jumat (23/8/2024).(foto: Edi) Penjabat Bupati Bangkalan, Dr. Arief M. Edie, menyampaikan bahwa kehadiran bus ini sangat penting untuk meningkatkan mobilitas masyarakat yang bekerja di Kota Surabaya.
“Keberadaan Trans Jatim ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan warga dari luar Bangkalan, baik untuk bekerja, berinvestasi, maupun berwisata. Dengan semakin banyaknya kunjungan, tentunya akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat Bangkalan,” ujar Dr. Arief dalam keterangan persnya pada Jumat (23/8/2024).
Untuk mendukung kelancaran operasional Bus Trans Jatim, Pemerintah Kabupaten Bangkalan telah menyiapkan 7 armada bus milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Armada-armada ini berfungsi sebagai feeder dengan rute meliputi Terminal Bangkalan – Blega PP, Terminal Bangkalan – Tanjung Bumi PP, Terminal Bangkalan – Kamal PP, dan Sentra IKM – Modung PP.
“Kami juga akan bekerja sama dengan Organda Bangkalan untuk mengoperasikan feeder pada setiap trayek, agar masyarakat tidak perlu menunggu lama setelah turun dari bus Trans Jatim. Selain itu, kerja sama ini juga bertujuan untuk memberdayakan peran Organda,” jelas Dr. Arief.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Dr. Nyono, mengungkapkan bahwa nantinya akan disediakan 49 halte untuk rute Surabaya-Bangkalan. Dari jumlah tersebut, 24 halte akan berada di Surabaya dan 25 halte di Bangkalan.
“Halte-halte ini akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, termasuk tempat-tempat wisata dan sentra ekonomi. Ini diharapkan dapat menghidupkan ekonomi lokal dan memberikan kemudahan akses bagi para penumpang,” tutupnya.(Edi)