x
Pemerintah Kabupaten Bangkalan Advertisment

SPPG Tunjung 02 Burneh Uji Coba Tahap Kedua, Metode Distribusi Makanan Disesuaikan dengan Usia Siswa

2 minutes reading
Thursday, 22 Oct 2026 21:42 202 View Redaksi Tajuk.News

TAJUK BANGKALAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tunjung 02 Burneh, melalui mitra Yayasan Kemala Bhayangkari, terus berupaya mengoptimalkan pelaksanaan program pemenuhan gizi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu langkah yang dilakukan yakni melaksanakan uji coba tahap kedua dengan menyesuaikan metode penyajian makanan berdasarkan jenjang usia penerima manfaat.

Uji coba tersebut dilaksanakan di Yayasan Pondok Pesantren Mambaul Rohman, Naroan, Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, pada Kamis (23/10/2026).

Mitra SPPG Tunjung 02 Burneh, Gafur, menjelaskan bahwa penyesuaian metode pelayanan ini bertujuan memastikan distribusi makanan bergizi berjalan efektif, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak di setiap jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA.

Untuk siswa SD, SMP, dan SMA, SPPG menerapkan metode prasmanan. Sistem ini dinilai dapat memberikan ruang bagi siswa untuk belajar mandiri sekaligus membangun kebiasaan positif saat menerima makanan.

Melalui metode tersebut, siswa dilatih untuk mengantre dengan tertib, mengambil makanan sesuai kebutuhan, serta membiasakan diri menjaga kedisiplinan selama kegiatan makan berlangsung.

Sementara itu, untuk anak-anak usia Taman Kanak-Kanak (TK), SPPG tetap menggunakan metode ompreng atau wadah makanan dengan sekat tertutup.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi bersama pihak guru serta mempertimbangkan karakteristik anak usia dini yang masih membutuhkan pendampingan dalam menjalankan aktivitas secara mandiri.

“Anak-anak TK umumnya sudah mendapatkan sarapan kasih sayang dari orang tua mereka di rumah sebelum berangkat. Selain itu, karena mereka masih berada di fase awal belajar mandiri, metode ompreng dinilai jauh lebih aman, praktis, dan higienis untuk menjaga porsi makan anak,” ujar Gafur.

Menurutnya, penerapan metode yang berbeda bukan sekadar persoalan teknis pembagian makanan, melainkan bagian dari upaya memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Pendekatan tersebut juga diharapkan dapat mendukung pembentukan karakter anak melalui pembiasaan hidup bersih, tertib, dan mandiri di lingkungan sekolah.

Penerapan kombinasi metode prasmanan dan ompreng tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah dan orang tua murid. Penyesuaian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemenuhan gizi bagi anak-anak di wilayah Burneh.(Edi)

LAINNYA
x