x

Kejar Deviasi 9,94 Persen, Jembatan Candinegoro Dikebut 24 Jam

3 minutes reading
Tuesday, 6 Oct 2026 20:32 197 View Redaksi Tajuk.News

TAJUK SIDOARJO – Pembangunan Jembatan Candinegoro, Sidoarjo, terus dikebut untuk mengejar keterlambatan progres fisik yang mencapai minus 9,94 persen. Mulai Senin 5 Oktober 2026, pelaksana proyek menerapkan sistem kerja 24 jam dengan menambah tenaga kerja dan membagi pekerjaan dalam lebih dari satu shift.

Percepatan tersebut menjadi perhatian Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek, Selasa pagi (6/10/2026).

Jembatan yang menelan anggaran sekitar Rp1,46 miliar itu ditargetkan rampung pada Desember 2026. Bupati meminta kontraktor menerapkan minimal sistem dua shift agar deviasi pekerjaan dapat segera dikejar.

“PPK tadi menyampaikan deviasinya saat ini mencapai 9 persen. Karena ini pengerjaan jembatan, kami menyarankan agar diberlakukan minimal sistem dua shift untuk mengejar deviasi tersebut,” ujar Subandi.

Menurut Subandi, masih terdapat waktu sekitar 2,5 bulan untuk mengejar ketertinggalan. Ia menargetkan pembangunan jembatan yang dimulai sejak Juli tersebut dapat selesai pada 16 Desember 2026.

Untuk memastikan target tercapai, Subandi meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) lebih aktif turun ke lapangan serta memperkuat koordinasi dengan konsultan pengawas dan kontraktor.

“PPK kita sampaikan untuk sering sidak. Sering koordinasi antara konsultan dengan kontraktor. Kalau ada deviasi, panggil ke kantor. Bicarakan kekurangannya apa untuk segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Subandi juga meminta kendala teknis tidak dijadikan alasan untuk menghambat pencapaian target. Menurutnya, kebutuhan material dan tenaga kerja telah disepakati sejak awal, sementara persoalan teknis seperti aliran air sungai semestinya sudah diperhitungkan dalam tahap perencanaan.

“Tidak bisa beralasan karena air. Sebelum bekerja kan sudah ada perencanaan. Karena itu, saya sampaikan kepada PPK dan konsultan pengawas agar pengawasan diperketat,” katanya.

Sementara itu, Konsultan Pengawas Proyek, Umar, mengatakan pembangunan Jembatan Candinegoro kini memasuki minggu ke-11. Berdasarkan evaluasi per Senin (5/10/2026), progres fisik proyek telah mencapai 52,64 persen, namun masih mengalami deviasi minus 9,94 persen.

Untuk mengejar ketertinggalan, pelaksana menerapkan strategi percepatan atau catch-up plan dengan sistem kerja 24 jam serta penambahan tenaga kerja.

“Kami membagi pengerjaan menjadi dua tim dengan total 18 pekerja. Pengerjaan dilakukan secara maraton hingga Subuh untuk memaksimalkan tahapan pemasangan struktur baja, diafragma, dan gelagar WF,” jelas Umar.

Umar menyebut sejumlah kendala turut memengaruhi keterlambatan, di antaranya keterlambatan pengiriman material baja Wide Flange (WF) yang harus terlebih dahulu dirakit di workshop, kendala akses pengangkutan, hingga intensitas air sungai di area pekerjaan fondasi.

Meski demikian, pihaknya optimistis pekerjaan dapat dikejar melalui percepatan pemasangan baja, pengecoran plat lantai, dan plat injak yang saat ini berjalan.

Saat ini, pengecoran pile cap abutment pada sisi utara telah rampung dan memasuki tahap perawatan beton (curing) selama tujuh hari. Pekerjaan selanjutnya difokuskan pada sisi selatan, dinding abutment, serta pier head atau kepala jembatan.

Secara spesifikasi, proyek tersebut mencakup pembangunan dua unit jembatan, masing-masing sepanjang 8 meter. Total panjang jembatan mencapai 16 meter dengan lebar 4 meter.(Ida)

LAINNYA
x