Bupati Sidoarjo H. Subandi S.H., M.Kn, saat melakukan agenda blusukan akhir pekan ke Kecamatan Jabon, Sabtu pagi (3/10/2026).(foto: Ida) TAJUK SIDOARJO – Akhir pekan biasanya menjadi waktu untuk beristirahat. Namun, bagi Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH, MKn, Sabtu pagi justru dimanfaatkan untuk turun langsung menemui warga.
Sabtu (3/10/2026), Subandi melakukan agenda blusukan ke Kecamatan Jabon, wilayah Sidoarjo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pasuruan. Dalam kunjungan tersebut, ia menyambangi enam warga kurang mampu sekaligus memastikan bantuan sosial benar-benar diterima mereka yang membutuhkan.
Empat warga mendapatkan bantuan kursi roda, sementara dua warga lainnya menerima bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Kunjungan pertama dilakukan di rumah Zainul Muttaqin, warga Desa Dukuhsari RT 2 RW 1. Sejak kecil, Zainul mengalami gangguan tumbuh kembang sehingga membutuhkan alat bantu untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Bupati Subandi menyerahkan bantuan kursi roda kepada Zainul bersama Kepala Dinas Sosial Sidoarjo R. Mharta Wara Kusuma dan Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi, dan Umum Baznas Sidoarjo H. Ilhamuddin.
Bantuan serupa juga diberikan kepada Mardi Utama yang masih berada di Desa Dukuhsari. Kursi roda tersebut diharapkan dapat membantu Mardi menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah.
Dari Dukuhsari, rombongan kemudian bergerak menuju Desa Trompoasri. Kali ini, bukan kursi roda yang menjadi perhatian, melainkan kondisi rumah warga yang membutuhkan perbaikan.
Subandi meninjau langsung rumah milik Mudayaroh dan Saea yang masuk kategori RTLH. Ia mengecek satu per satu bagian rumah yang membutuhkan penanganan, mulai dari lantai, dinding, atap hingga kamar mandi.
Dari hasil pengecekan tersebut, dua rumah dipastikan mendapatkan bantuan renovasi dari Baznas Sidoarjo.
“Ini rencananya atapnya nanti ada perbaikan. Lantainya kita keramik, kamar mandi kita cat. Agar nanti rumahnya layak dan bagus. Diperkirakan bulan Oktober, bulan ini langsung kita perbaiki,” ujar Subandi saat berada di rumah Mudayaroh.
Sementara itu, rumah milik Saea juga mendapat perhatian. Lantai yang masih berupa plester semen akan dikeramik. Bagian atap akan diberi plafon, sementara dinding yang mengalami keretakan akan diperkuat kembali.
Dapur rumah Saea juga masuk dalam rencana perbaikan agar lebih layak digunakan.
Di tengah kunjungan tersebut, Subandi juga menyampaikan pesan sederhana kepada Saea. Ia berharap setelah rumah diperbaiki, Saea kembali aktif menjalankan ibadah, termasuk salat Subuh.
“Nanti Pak Baznas, atape dibenahi sekalian. Terus ada dapur belakang. Dinding yang retak-retak nanti juga diperbaiki, diplafon dan dikeramik. Kalau sudah rumahnya didandani, Subuhnya kudu aktif ya,” pesan Subandi.
Saea tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Mendengar rumahnya akan segera diperbaiki, ia hanya mampu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih.
“Kulo matur nuwun nggih, Pak,” ucap Saea singkat.
Setelah meninjau RTLH, perjalanan Subandi berlanjut ke Desa Kupang. Di Dusun Kupang Kidul RT 2 RW 5, dua warga, Supiyati dan Kasminah, menerima bantuan kursi roda.
Subandi mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan, khususnya masyarakat kurang mampu yang mengalami keterbatasan dalam mengakses peralatan penunjang kesehatan.
Ia berharap kursi roda tersebut tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga membuka kembali ruang bagi penerimanya untuk beraktivitas bersama keluarga.
“Semoga dengan bantuan kursi roda, ibuke iso jalan-jalan karo anake. Anake tambah bahagia isok ngajak ibue jalan-jalan. Mari entuk kursi roda jangan tambah males loh,” ujar Subandi.
Kasminah yang langsung mencoba duduk di kursi roda barunya tampak bahagia. Senyum dan rasa syukur terlihat jelas setelah bantuan tersebut diterimanya.
“Ya Allah, matur nuwun. Mugi-mugi Pak Subandi diparingi jembar rejekine, aamiin, aamiin,” ucap Kasminah.(Ida)