x

Dituding Jarang Ngantor dan Pakai Narkoba, Ini Jawaban Tegas Rahman Salehe

2 minutes reading
Monday, 21 Sep 2026 16:32 168 View Gian Limbanadi

TAJUKBOLTIM – Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rahman Salehe, akhirnya angkat bicara terkait dua isu miring yang belakangan menyeret namanya. Mulai dari tudingan jarang masuk kantor hingga isu paling sensitif, dugaan keterlibatan narkoba.

Klarifikasi itu disampaikan Rahman dalam konferensi pers resmi yang digelar di ruang fraksi DPRD Boltim, Senin 21 September 2026.

Di hadapan awak media, Rahman membantah keras tudingan dirinya terlibat narkoba. Ia bahkan bersumpah tidak pernah menyentuh barang haram tersebut.

“Mengenai narkoba, jika ada instansi memeriksa saya orang pertama yang siap diperiksa. Saya bersumpah tidak pernah terlibat dengan masalah itu,” tegas Rahman dengan nada tinggi.

Menurutnya, pemberitaan dan isu yang beredar tidak hanya merugikan dirinya secara pribadi, tetapi juga berdampak pada keluarga besar dan para konstituen yang telah memilihnya.

“Saya risih dengan pemberitaan yang mengatakan saya menggunakan narkoba. Keluarga besar saya terganggu, terutama konstituen saya,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan untuk membersihkan nama baiknya, Rahman secara terbuka menantang aparat penegak hukum dan BNN untuk datang langsung ke gedung rakyat.

Ia meminta agar tes narkoba tidak hanya dilakukan terhadap dirinya, melainkan terhadap seluruh anggota DPRD Boltim.

“Sekali lagi sebagai sikap, saya minta instansi terkait datang di rumah rakyat DPRD, datang lakukan tes narkoba dan saya orang pertama yang akan diperiksa,” tegasnya.

Soal Kehadiran di Kantor

Selain isu narkoba, Rahman Salehe juga meluruskan tudingan soal kehadirannya yang disebut jarang terlihat di kantor DPRD.

Ia menegaskan, kehadiran fisik di gedung dewan tidak bisa serta-merta dijadikan ukuran kinerja seorang wakil rakyat.

“Mengenai kehadiran, ada ruang publik yang kita fasilitasi. Bukan selalu di kantor. Perjuangan saya sebagai wakil rakyat yakni menyerap aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Rahman menjelaskan, sebagian besar waktunya justru dihabiskan di lapangan, berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi, keluhan, dan kebutuhan warga di daerah pemilihannya.

Ia berharap persoalan ini dapat disikapi secara objektif dan berdasarkan fakta, bukan spekulasi liar yang berpotensi merugikan dirinya maupun lembaga DPRD Boltim.***

LAINNYA
x