x

PT Futai Diduga Abaikan Kesepakatan, Pemkot Bitung Siapkan Langkah Lanjutan

2 minutes reading
Wednesday, 15 Jul 2026 13:12 239 View Redaksi Tajuk.News
TAJUK BITUNG – Pemerintah Kota Bitung menegaskan akan tetap berdiri bersama warga dalam penanganan persoalan PT Futai. Sikap itu disampaikan dalam rapat bersama Forkopimda, warga Tanjung Merah, dan pihak PT Futai yang digelar di Ruang Merdeka Lounge Kantor Wali Kota Bitung pada 8 Juli 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., meminta PT Futai menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional hingga persoalan lingkungan yang dikeluhkan warga benar-benar tuntas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung, Altin Tumengkol, S.IP., M.Si., mengatakan permintaan itu disampaikan secara tegas dan berulang di hadapan Forkopimda, termasuk Kapolres Bitung, Dandim, serta seluruh peserta rapat.

“Pak Wali Kota meminta perusahaan berhenti sementara beroperasi sampai dampak lingkungan terhadap warga Tanjung Merah diselesaikan. Itu disampaikan terbuka di depan semua yang hadir,” kata Tumengkol.

Dalam forum yang sama, perwakilan PT Futai, Erwin Irawan, menyatakan perusahaan akan menghentikan sementara operasional sambil menunggu perkembangan berikutnya.

Namun, kesepakatan tersebut diduga tidak dijalankan. Pada Selasa malam, 14 Juli 2026, sekitar pukul 21.00 WITA, warga melihat sebuah truk kontainer keluar dari area perusahaan dan diduga membawa hasil produksi. Warga kemudian menghentikan kendaraan itu untuk memeriksa muatannya.

Warga menilai tindakan itu bertentangan dengan kesepakatan penghentian sementara yang telah dibahas bersama pemerintah. Di sisi lain, keluhan mengenai limbah dan bau menyengat dari aktivitas perusahaan juga masih terus disuarakan warga Tanjung Merah.

Ketegangan kembali muncul pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 01.00 WITA. Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, S.Sos., bersama Kapolres Bitung turun langsung ke lokasi untuk meredam situasi dan meminta semua pihak tetap menjaga ketertiban.

Menanggapi perkembangan tersebut, pada Rabu pagi Wali Kota Hengky Honandar langsung memerintahkan perangkat daerah terkait untuk menggelar rapat guna menentukan langkah selanjutnya.

“Setelah Pak Wakil Wali Kota turun langsung ke lapangan dini hari, pagi harinya Pak Wali Kota mengumpulkan instansi terkait untuk mengevaluasi situasi dan menentukan langkah konkret atas dugaan tidak dipatuhinya kesepakatan penghentian sementara operasional PT Futai,” ujar Altin Tumengkol.

Pemkot Bitung menegaskan persoalan ini akan ditangani dengan mengedepankan perlindungan terhadap warga, kepatuhan pada kesepakatan bersama, serta langkah-langkah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(Ramlan)

LAINNYA
x