x

Pimpin Harganas Tahun 2026, Gubernur Yulius: Ketangguhan Keluarga Kunci Sambut Bonus Demografis

2 minutes reading
Monday, 29 Jun 2026 21:35 260 View Gian Limbanadi

TAJUKSULUT – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di halaman utama Kantor Gubernur Sulut, Kota Manado, Senin 29 Juni 2026. 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI. Disampaikan bahwa, hari ini bukan sekadar baris tangga untuk seremonial, melainkan sebuah jeda kultural dan refleksi nasional.

Ia juga menegaskan, saat ini disrupsi teknologi dan pergeseran nilai sosial masuk tanpa permisi ke ruang keluarga melalui gawai di genggaman anak-anak.

“Jika institusi keluarga rapuh, arus zaman ini akan dengan mudah menggilas masa depan mereka. Maka, ketangguhan keluarga bukanlah pilihan alternatif, melainkan keharusan mutlak dan urgensi nasional,” ucapnya.

“Ketangguhan keluarga ini berkorelasi linear dengan masa depan Indonesia. Kita sedang berada di jendela peluang historis: Bonus Demografi,” sambungnya.

Menurutnya, ini merupakan peluang yang bisa melesatkan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia. Namun, kondisi ini bisa berubah menjadi bencana demografi, ledakan pengangguran dan runtuhnya stabilitas sosial, jika ledakan usia produktif ini tidak berkualitas.

“Oleh karena itu, transformasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak boleh ditunda, dan itu tidak dimulai dari bangku sekolah atau dunia kerja, melainkan dari dalam rahim ibu dan pengasuhan keluarga,” ujarnya.

Untuk mengapitalisasi bonus demografi tersebut, kita harus memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga:

Pertama, Kesehatan.

Kita harus menuntaskan stunting. Anak yang terhambat perkembangan otaknya akan kesulitan bersaing di era kecerdasan buatan. Pemenuhan gizi di 1000 Hari Pertama Kehidupan harus menjadi gerakan nasional di setiap dapur keluarga.

Kedua, Pendidikan Karakter.

Jadikan rumah sebagai madrasah abad 21. Di sinilah integritas, kejujuran, dan kedisiplinan ditanamkan untuk mencetak manusia adaptif dan kolaboratif.

Ketiga, Ketahanan Mental.

Jadilah pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan tidak mudah menyerah.

Di akhir sambutan, Gubernur Yulius mengajak untuk merapatkan barisan, kepalkan tangan, dan satukan tekad demi kehormatan bangsa serta masa depan generasi penerus kita.

“Mari kita bangun keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia di tengah tantangan era VUCA ini, agar kita siap memetik buah manis Bonus Demografi dan mewujudkan impian besar Indonesia Emas 2045,” tambahnya.***

LAINNYA
x