x

Gubernur Yulius Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 

2 minutes reading
Monday, 1 Jun 2026 12:59 290 View Gian Limbanadi

TAJUKSULUT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, di halaman utama Kantor Gubernur, Senin 1 Juni 2026. 

Upacara yang dipimpin Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Vicktor Mailangkay, Sekprov Tahlis Gallang,  unsur Forkopimda, pejabat teras serta ASN di lingkungan Pemprov Sulut.

Gubernur Yulius membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasil Repubik Indonesia, menegaskan, bahwa Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya dalam menyatukan keberagaman ribuan pulau dan ratusan etnik di Indonesia.

Pancasila juga disebut sebagai jangkar moral yang krusial dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik saat ini.

Gubernur Yulius juga menekankan peran aktif Indonesia di kancah internasional sesuai mandat Pembukaan UUD 1945.

“Nilai musyawarah dan mufakat merupakan instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia untuk menjembatani perbedaan,” ucap Gubernur.

Menurutnya, implementasi dari sila kedua, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dibuktikan secara nyata melalui kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah PBB dan mediasi konflik regional, sebagai penanda bahwa perdamaian sejati bukan sekadar ketiadaan perang melainkan hadirnya keadilan.

Di sisi lain, pada momentum tersebut Gubernur Yulius juga menyampaikan ajakan kepada seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan bukan sekadar hiasan dinding atau teks sejarah.

Para menteri dan kepala daerah dititipkan mandat untuk memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak masyarakat terkecil, serta terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme.***

LAINNYA
x