Wali Kota Bitung Hengky Honandar sat menerima penganugerahan gelar adat dari Majelis Adat Budaya Tonsea di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Rabu (20/5/2026).(foto: Alan) Penganugerahan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta membangun keharmonisan masyarakat Kota Bitung.
Gelar adat juga diberikan kepada Dansatrol Koarmada VIII Bitung Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP., Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., dan Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Made Dewa DJ., atas kontribusi menjaga keamanan dan persatuan di Kota Bitung.
Usai prosesi adat, Wali Kota Bitung Hengky Honandar memimpin Deklarasi Damai dan penandatanganan komitmen bersama yang diikuti unsur Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, paguyuban, organisasi mahasiswa, tokoh agama, tokoh adat, dan elemen masyarakat lainnya.
Dalam pembacaan Deklarasi Damai, Wali Kota Bitung Hengky Honandar mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, keharmonisan, dan toleransi di tengah keberagaman Kota Bitung.
Ia menegaskan perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun daerah.
Melalui deklarasi tersebut, masyarakat berkomitmen menolak kekerasan, provokasi, ujaran kebencian, hoaks, serta menjaga keamanan dan kedamaian demi masa depan Kota Bitung yang aman, harmonis, dan sejahtera.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Walikota Bitung Randito Maringka, Ketua TP PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar So dakh, Unsur Forkopimda,.Para Tokoh Adat dan Peserta lainnya.(Ramlan)