Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, saat menyampaikan sambutan. (Foto: Kominfo Sulut)TAJUKSULUT – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), mencatatkan kinerja keuangan daerah yang solid sepanjang Tahun Anggaran 2025.
Capaian ini mencerminkan pengelolaan fiskal yang semakin efektif, efisien dan berorientasi pada hasil, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Vicktor Mailangkay, yang secara konsisten mendorong penguatan tata kelola keuangan daerah dalam kerangka visi pembangunan Menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.
Kinerja Fiskal Positif
Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp3,65 triliun (96,38 persen), menunjukkan kinerja
optimal dalam penghimpunan pendapatan.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi
sebesar Rp1,39 triliun (91,87 persen), dengan kontribusi utama dari pajak daerah.
Realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp3,32 triliun (91,36 persen), mencerminkan
pengendalian belanja yang efektif.
Belanja modal yang mencapai 94,06 persen,
menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan
infrastruktur dan pelayanan publik.
Pada Tahun Anggaran 2025, Pemprov Sulut secara konsisten melaksanakan kebijakan efisiensi belanja daerah sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD.
Kebijakan ini diwujudkan melalui pengendalian belanja operasional, rasionalisasi kegiatan yang kurang prioritas, serta penajaman alokasi anggaran pada program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Efisiensi belanja tidak hanya dimaknai sebagai upaya penghematan, tetapi juga sebagai
instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas belanja dan memperkuat
disiplin fiskal.
Dengan demikian, efisiensi belanja menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemprov Sulut dalam meningkatkan kualitas tata kelola
keuangan daerah.
Penguatan Struktur Neraca dan Kapasitas Fiskal
Posisi keuangan daerah semakin kokoh dengan total aset mencapai Rp11,87 triliun, meningkat
signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp10,78 triliun.
Kenaikan ini mencerminkan adanya pertumbuhan kapasitas ekonomi daerah yang
didukung oleh peningkatan aset dan pengelolaan keuangan yang cukup baik.
Komposisi aset terbesar masih didominasi oleh aset tetap yang mencapai sekitar Rp8,35 triliun.
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar sumber daya pemerintah daerah tertanam dalam infrastruktur dan sarana pelayanan publik seperti tanah, gedung, jalan, jaringan, dan irigasi.
Di sisi lain, kewajiban daerah berhasil ditekan menjadi Rp847 miliar, turun signifikan
dari tahun sebelumnya, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp11,02 triliun.
Kondisi ini, menunjukkan penguatan kapasitas fiskal serta keberhasilan pengelolaan keuangan yang semakin prudent dan berkelanjutan.
Sementara itu, ekuitas pemerintah daerah
tercatat sebesar Rp11,02 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp9,52 triliun.
Peningkatan ekuitas ini sejalan dengan surplus operasional dan akumulasi aset bersih yang menunjukkan penguatan posisi keuangan daerah secara keseluruhan.
Indikator Makro Ekonomi Unggul dan Kompetitif
Kinerja keuangan daerah yang kuat tersebut berjalan selaras dengan capaian indikator makro ekonomi Pemprov Sulut yang menunjukkan hasil sangat positif:
1. Pertumbuhan ekonomi Tahun 2025 tercatat sebesar 5,66 persen (yoy), mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap ekspansif dan bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 5,11 persen (yoy).
2. Inflasi pada Desember 2025 terkendali pada angka 1,23 persen (yoy), jauh lebih rendah
dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92 persen (yoy), menunjukkan stabilitas harga yang terjaga.
3. Tingkat kemiskinan pada triwulan IV 2025 sebesar 6,62 persen, lebih rendah dibandingkan
rata-rata nasional sebesar 8,25 persen, sekaligus menjadi yang terendah di kawasan Sulawesi.
Capaian ini menegaskan bahwa kebijakan fiskal daerah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, menjaga stabilitas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
Komitmen Penguatan Tata Kelola Keuangan
Pemprov Sulut terus memperkuat kualitas pengelolaan keuangan daerah melalui optimalisasi pendapatan, efisiensi belanja, serta
peningkatan kualitas pengelolaan aset.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi
jangka panjang dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah dan memperkuat daya tahan ekonomi.
Optimisme Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Dengan kinerja fiskal yang solid, posisi keuangan yang semakin kuat, serta dukungan
indikator ekonomi yang unggul, Pemprov Sulut optimis dapat terus menjaga momentum pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Capaian ini menjadi landasan penting dalam mewujudkan visi pembangunan daerah
serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara secara merata.***