x
Pemerintah Kabupaten Bangkalan Advertisment

Cabdin Pendidikan Bangkalan Terapkan WFH dan Perketat Penggunaan Gadget di Sekolah

2 minutes reading
Wednesday, 15 Apr 2026 21:14 286 View Redaksi Tajuk.News

TAJUK BANGKALAN – Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah Kabupaten Bangkalan mulai mengimplementasikan kebijakan strategis terkait efisiensi energi serta pengaturan penggunaan perangkat elektronik (gadget) di lingkungan pendidikan.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Gubernur Jawa Timur dan Nota Dinas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Kasi SMA dan PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Bangkalan, Moh. Fauzi, M.Pd., menjelaskan salah satu langkah yang diterapkan adalah kebijakan Work From Home (WFH) bagi sekitar 40 persen tenaga kerja. Meski demikian, kebijakan ini tidak berlaku bagi pejabat struktural eselon III dan IV yang tetap diwajibkan memberikan pelayanan langsung di kantor.

“Penerapan WFH ini menjadi bagian dari upaya efisiensi, namun pelayanan publik tetap harus berjalan optimal,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Seiring dengan berkurangnya jumlah pegawai yang bekerja di kantor, Cabdin Pendidikan Bangkalan juga memperketat penggunaan sarana dan prasarana, khususnya konsumsi listrik. Upaya penghematan dilakukan dengan mematikan lampu yang tidak diperlukan serta membatasi penggunaan pendingin ruangan (AC), terutama pada malam hari.

“Kami berupaya semaksimal mungkin mematikan lampu listrik yang tidak perlu. Terutama di malam hari, penggunaan listrik diminimalisir dan AC dilarang untuk dihidupkan. Walaupun ada jadwal piket malam, tetap ada pembatasan demi efisiensi energi,” jelas Fauzi.

Selain fokus pada efisiensi energi, Cabdin Pendidikan Bangkalan juga mengintensifkan sosialisasi terkait penggunaan gadget di sekolah binaan, termasuk di lingkungan pesantren. Para pejabat dan pengawas sekolah telah turun langsung ke lapangan guna memastikan kebijakan tersebut berjalan sesuai harapan.

Meski kebijakan ini telah mulai diterapkan, Fauzi mengakui hasil konkret dari program efisiensi, baik dalam hal penggunaan listrik, air, maupun dampak pengaturan gadget, belum dapat diukur secara pasti dalam waktu dekat.

“Saat ini masih tahap awal. Evaluasi akan terus dilakukan oleh teman-teman di lapangan. Untuk angka pasti penghematan listrik dan air biasanya muncul di akhir bulan. Kami berkomitmen agar penggunaan air, listrik hingga AC benar-benar digunakan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Melalui langkah ini, Cabdin Pendidikan Bangkalan berharap dapat menumbuhkan budaya hemat energi di lingkungan pendidikan, sekaligus mendorong penggunaan teknologi yang lebih bijak dan sehat bagi para siswa.

“Kami berharap kebijakan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan kesadaran lingkungan di kalangan peserta didik,” tutupnya.(Edi)

LAINNYA
x