Ketua Paguyuban Kerapan Madura, H Moh. Tohir Selaku, sekaligus salah satu Panitia Kerapan Piala Presiden, Minggu (19/10/2025).(foto: Edi) Namun, pelaksanaan tahun ini sedikit tercoreng oleh insiden yang menyebabkan penundaan pengumuman pemenang untuk kategori kelas atas.
Ketua Paguyuban Kerapan Sapi Madura sekaligus panitia pelaksana, H. Moh. Tohir, menyampaikan bahwa keputusan untuk menunda pengumuman diambil demi menjamin keselamatan dan kenyamanan peserta serta penonton.
“Keputusan ini diambil untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan peserta serta penonton. Kami tidak ingin mengambil keputusan yang gegabah,” ujar H. Moh. Tohir kepada awak media usai perlombaan, Minggu (19/10/2025).
Menurutnya, insiden terjadi ketika juri telah mengibarkan bendera sebagai tanda kemenangan bagi salah satu tim.
Namun, tim lawan mengajukan protes resmi, yang kemudian diterima panitia setelah dilakukan pengecekan ulang melalui rekaman CCTV.
“Ternyata, setelah dicek, pemenang sebenarnya adalah tim putih, bukan tim merah seperti yang dinyatakan sebelumnya,” jelasnya.
Menanggapi situasi tersebut, panitia langsung mengadakan mediasi di lokasi acara. Hasilnya, semua pihak yang terlibat menerima keputusan panitia untuk menunda pengumuman pemenang selama dua minggu, guna menyelesaikan seluruh proses verifikasi dan klarifikasi secara menyeluruh.
“Kami ingin memastikan bahwa perlombaan ini berjalan dengan adil dan transparan. Dengan penundaan ini, kami harap semua pihak dapat memahami dan menerima keputusan yang diambil,” tutupnya.(Edi)