Pansus LKPJ 2024 DPRD Kota Kotamobagu saat meninjau pengelolaan sampah di TPA Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Sabtu (17/5/2025).(foto: Pansus) Dalam kunjungan tersebut, anggota Pansus LKPJ DPRD menemukan TPA milik Pemerintah Kota Kotamobagu saat ini hampir mencapai kapasitas maksimal.
Volume sampah yang masuk setiap hari disebut mencapai 60 hingga 70 ton, sementara daya tampung lahan dan keterbatasan armada pengangkut menjadi kendala utama dalam penanganan limbah tersebut.
“Dengan kondisi saat ini, kita sedang menghadapi darurat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir,” ujar anggota Pansus sekaligus politisi PDIP, Sandry Anugrah Hasanuddin.
Menurut Sandry, sistem pengelolaan sampah yang idealnya menggunakan metode sanitary landfill kini sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Pengelolaan sampah di TPA Poyowa Kecil saat ini hanya mengandalkan sistem open dumping, yaitu pembuangan terbuka tanpa proses penanganan lanjutan.
“Open dumping bukan hanya tidak ramah lingkungan, tapi juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Ini harus dihentikan,” tegas Sandry.
Dia juga menambahkan, isu pengelolaan sampah tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki dampak besar terhadap kesehatan, lingkungan, serta keberlangsungan hidup warga.
Sandry juga menyerukan perlunya kerja sama lintas sektor antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam mencari solusi cepat dan tepat terhadap permasalahan tersebut.
“Kurangi penggunaan plastik, buat lubang biopori dan komposter, serta dorong daur ulang sampah agar bernilai ekonomi. Sampah bukan hanya masalah, tapi juga bisa menjadi peluang,” ujarnya.
Dia juga memastikan DPRD bersama Pemerintah Kota Kotamobagu dan seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus bekerja untuk mengatasi krisis sampah yang semakin kompleks ini.
Kondisi TPA Poyowa Kecil kini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya perencanaan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Pansus LKPJ menganggap permasalahan ini sebagai prioritas yang tidak bisa lagi ditunda penanganannya.
“Kita harus menyongsong masa depan Kotamobagu yang bersih dan sehat dengan langkah nyata hari ini,” tutup Sandry.