x

Gubernur Yulius Kunjungi Talaud-Sangihe, Bawa Bantuan dan Berinteraksi dengan Warga 

4 minutes reading
Tuesday, 20 Oct 2026 19:14 319 View Gian Limbanadi

TAJUKSULUT – Menjangkau masyarakat hingga pulau terluar bukan sekadar soal jarak, tapi tentang memastikan setiap warga merasakan kehadiran pemerintah.

Semangat itulah yang mewarnai kunjungan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selasa 20 September 2026.

Di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan memiliki tantangan geografis, kehadiran pemerintah menjadi penting untuk mendengar langsung kebutuhan warga sekaligus memastikan pembangunan berjalan hingga kawasan terluar.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Yulius tidak hanya menyapa warga dan meninjau kondisi wilayah, tetapi juga membawa sejumlah bantuan Pemprov Sulut untuk mendukung kebutuhan masyarakat, mulai dari pangan, pendidikan, transportasi laut, pertanian, hingga kesehatan.

Kunjungan ini sekaligus memperlihatkan perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat kepulauan, sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menekankan pemerataan, penguatan wilayah perbatasan, dan peningkatan kesejahteraan sebagaimana menjadi bagian dari agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menjangkau Miangas, Pastikan Warga Perbatasan Diperhatikan

Salah satu titik kunjungan adalah Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, pulau terluar Indonesia di ujung utara.

Kedatangan Gubernur Yulius bersama rombongan disambut hangat pemerintah dan masyarakat setempat. Tarian adat yang ditampilkan menjadi gambaran sambutan sekaligus kekayaan budaya masyarakat di beranda utara Indonesia.

Di tengah kebersamaan itu, Gubernur berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kunjungan ini menjadi kesempatan melihat lebih dekat kehidupan warga, memahami kebutuhan di lapangan, serta memastikan masyarakat kepulauan tetap menjadi perhatian utama pembangunan daerah.

Bersama Ketua DPRD Provinsi Sulut, Gubernur Yulius menyerahkan sejumlah bantuan Pemprov Sulut.

Bantuan tersebut meliputi beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak 2.320 Kg, 2 unit mesin Kapal Katinting, dan 18 paket perlengkapan siswa. Selain itu disalurkan juga bantuan alat dan mesin pertanian serta alat kesehatan berupa kursi roda.

Jenis bantuan ini menyentuh kebutuhan mendasar warga. Beras mendukung pangan keluarga, Mesin Katinting menunjang transportasi laut, perlengkapan siswa mendukung kegiatan belajar, sedangkan alsintan dan alkes membantu aktivitas masyarakat sesuai kebutuhan.

Bagi warga pulau terluar, dukungan ini memiliki arti penting. Jarak dari pusat pemerintahan, kondisi geografis, dan ketergantungan pada transportasi laut membuat pelayanan di wilayah kepulauan membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Pembangunan Harus Dirasakan hingga Pulau Terluar

Gubernur Yulius juga meninjau Border Crossing Station Miangas, fasilitas yang berkaitan dengan aktivitas lintas batas negara.

Peninjauan ini menjadi bagian dari perhatian terhadap kawasan perbatasan yang memiliki posisi strategis, bukan hanya bagi Sulut, tapi juga bagi Indonesia. Wilayah seperti Miangas punya arti penting dalam menjaga kedaulatan sekaligus mendukung kehidupan masyarakat di garis terdepan negara.

Dalam konteks pembangunan daerah, perhatian terhadap wilayah perbatasan tidak cukup hanya infrastruktur. Ketersediaan pangan, akses pendidikan, dukungan mata pencaharian, pelayanan kesehatan, dan kemudahan mobilitas juga menjadi bagian penting.

Arah ini selaras dengan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pembangunan merata, memperkuat ketahanan nasional, serta memastikan manfaat pembangunan dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Bagi Pemprov Sulut, wilayah kepulauan dan perbatasan merupakan bagian integral pembangunan daerah. Karena itu kebutuhan masyarakat di pulau terluar perlu mendapat perhatian sejalan dengan kebutuhan di pusat pertumbuhan ekonomi.

Kehadiran Pemerintah, Lebih dari Sekadar Kunjungan

Perjalanan ke wilayah kepulauan membawa pesan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada batas geografis. Warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan tetap memiliki kebutuhan, harapan, dan hak yang sama untuk mendapat pelayanan dan kesempatan meningkatkan kesejahteraan.

Interaksi langsung Gubernur dengan warga, penyerahan bantuan, dan peninjauan fasilitas perbatasan menjadi bagian dari upaya melihat pembangunan dari dekat, berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Pemprov Sulut diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pemangku kepentingan agar dukungan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat dan berkelanjutan.

Melalui kunjungan ke Talaud dan Sangihe, Gubernur Yulius menegaskan pentingnya perhatian terhadap masyarakat di wilayah terluar. Kehadiran pemerintah diharapkan tidak hanya dirasakan saat kunjungan berlangsung, tapi juga melalui kesinambungan pelayanan, pembangunan, dan program yang memberi manfaat bagi kehidupan warga.

Dari beranda utara Indonesia, pesan yang dibawa sederhana: sejauh apa pun sebuah pulau dari pusat pemerintahan, masyarakatnya tetap menjadi bagian penting dari Sulawesi Utara dan Indonesia.***

LAINNYA
x