x

Gubernur Yulius: Di Usia 62 Tahun, Sulut Membuktikan Mampu Bertahan dan Tidak Menyerah

4 minutes reading
Tuesday, 22 Sep 2026 21:27 200 View Gian Limbanadi

TAJUKSULUT – Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulut berlangsung khidmat.

Dari atas mimbar, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Bumi Nyiur Melambai.

“Dari atas mimbar ini, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya menyampaikan ucapan: Selamat Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Utara kepada segenap komponen pembangunan dan seluruh lapisan masyarakat, dari Miangas hingga Pinogaluman,” ujar Gubernur Yulius.

“Semoga di usia ke-62, Provinsi Sulawesi Utara senantiasa dilindungi dan diberkati oleh Tuhan, serta kian mekar dalam kemajuan pembangunan,” sambungnya.

Gubernur menegaskan, angka 62 bukan sekadar akumulasi hitungan kalender, melainkan sebuah monumen waktu yang memancarkan rekam jejak perjuangan, tetesan keringat, keuletan tanpa kenal lelah, serta kearifan mendalam dari para pendahulu.

“Jika pada hari ini kita dapat duduk bersama dalam ruangan ini dengan keadaan baik, maka ketahuilah bahwa seluruh kenyamanan ini berdiri tegak di atas fondasi yang telah ditancapkan oleh para founding fathers dan tokoh perintis Provinsi Sulut,” jelasnya.

Karena itu, Gubernur mengajak seluruh hadirin menundukkan kepala dan memanjatkan doa tulus penuh rasa hormat kepada para mantan Gubernur dan Wakil Gubernur, pimpinan dan anggota dewan dari masa ke masa, pejuang sipil, militer dan polri, tokoh adat dan agama, serta seluruh masyarakat yang telah mendedikasikan diri bagi pembangunan daerah.

Gubernur Yulius menyebut, peringatan HUT ke-62 ini memanggil nurani semua pihak untuk terus memegang teguh cita-cita awal pembentukan daerah, serta menjaga kehormatan tongkat estafet kepemimpinan dengan terus membakar semangat pembaharuan dalam pembangunan.

Ia mengakui, dalam beberapa tahun terakhir dunia berada dalam ketidakpastian yang begitu dinamis. Mulai dari dampak konflik internasional, inflasi, efisiensi anggaran di berbagai lini, hingga cobaan iklim akibat fenomena El Niño yang berdampak bagi sektor-sektor penting pembangunan.

“Namun, di tengah kekhawatiran dan ketidakpastian tersebut, ada hal yang patut kita dengungkan dengan penuh kebanggaan dan rasa syukur mendalam, yaitu: Di usia ke-62 tahun ini, Sulawesi Utara membuktikan mampu bertahan! Kita masih bisa fight! Kita masih sanggup berdiri tegar, bergelora dalam semangat, dan berdaya dalam tindakan! Kita tidak roboh, kita tidak menyerah, tetapi kita bersama-sama mampu memberikan sumbangsih konstruktif dan positif bagi masyarakat, daerah dan bangsa Indonesia,” tegas Gubernur Yulius dengan lantang.

Menurutnya, rasa syukur terbesar bukan karena bebas dari masalah, melainkan karena di tengah banyaknya tantangan, semua elemen masih berada dalam satu derap langkah yang sama dan tidak terpecah belah.

“Bahwa hingga hari ini Sulawesi Utara tetap rukun, tetap aman, tetap damai, dan masyarakatnya terus mempraktikkan semangat Mapalus yang merupakan anugerah luhur dari Tuhan. Ini adalah bukti konkret betapa kokohnya karakter berkehidupan di Sulawesi Utara,” katanya.

Gubernur juga menyoroti perisai kebudayaan yang dimiliki Sulut. Falsafah pemersatu “Torang Samua Basudara” bukan sekadar slogan, melainkan telah meresap menjadi darah dan daging dalam denyut nadi kehidupan warga sehari-hari.

Begitu pula warisan luhur dari Pahlawan Nasional Dr. Sam Ratulangi: Sitou Timou Tumou Tou bahwa manusia hidup untuk memanusiakan manusia lainnya.

“Falsafah hidup ini adalah kompas moral kita. Nilai-nilai inilah yang menjadi benteng tak tertembus yang menjaga Sulawesi Utara dari benih perpecahan, dan menjadikan daerah ini sebagai laboratorium kerukunan antar umat beragama dan antar etnis yang diakui serta dihormati di seluruh penjuru Nusantara,” ujarnya.

Di rumah besar Sulawesi Utara, kata Gubernur, perbedaan suku, ras, agama, dan antar golongan tidak pernah dipandang sebagai celah pemisah. Keberagaman adalah tenunan kebhinekaan yang menguatkan.

“Maka dari mimbar ini saya tegaskan, mari kita jaga perisai kebudayaan ini dengan taruhan kehormatan kita, agar Sulawesi Utara tetap menjadi tanah yang ramah, aman, damai, dan diberkati,” tegasnya.

Gubernur juga menambahkan, keberhasilan yang dipetik hingga detik ini bukan hasil kerja tunggal pemerintah provinsi semata, melainkan karya kolektif seluruh rakyat, di mana kemitraan strategis antara Pemerintah Daerah dan DPRD menjadi pilar utamanya.

Di akhir pidato, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Gubernur Yulius menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada segenap stakeholders pembangunan dan seluruh lapisan masyarakat di Bumi Nyiur Melambai yang senantiasa mendukung program dan kebijakan strategis pemerintah daerah.***

LAINNYA
x