TAJUKSULAWESI – Tumpukan limbah plastik segel tangki kini disulap menjadi tempat sampah dan furnitur. Inovasi ini digagas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Makassar bersama kelompok pemuda Bio Urban dan Payobo.id.
Setiap bulan, Pertamina IT Makassar menghasilkan sekitar 143,5 kg limbah plastik segel dari kegiatan operasional. Melalui proses pencacahan dan daur ulang, limbah tersebut diubah menjadi produk yang bisa dimanfaatkan kembali.
Produk perdana berupa tempat sampah warna kuning-biru kini sudah ditempatkan di kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah dan di area Kodaeral VI yang menjadi lokasi pencacahan. Beberapa unit juga dipasang di lingkungan integrated Terminal Makassar sebagai media edukasi bagi pekerja dan tamu.
Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Makasaar terkait pengelolaan sampah mandiri di tengah kondisi penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Atang.
Area Manager CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto menyebut, kolaborasi ini penting untuk menumbuhkan kesadaran bersama.
Program ini mendukung SDGs 11,12 dan 8. Ke depan Pertamina IT Makassar akan memperluas kolaborasi untuk membuka lebih banyak peluang pemberdayaan masyarakat.***