x

Wali Kota Bitung Hengky Honandar Dianugerahi Gelar Adat IKSSAT

2 minutes reading
Friday, 30 Jan 2026 22:37 373 View Redaksi Tajuk.News

TAJUK BITUNG – Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, menerima penganugerahan gelar adat dari Dewan Pengurus Ikatan Kekeluargaan Sitaro, Sangihe dan Talaud (IKSSAT) Kota Bitung. Penganugerahan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian upacara adat Tulude Pemerintah Kota Bitung, di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Jumat (30/1/2026).

Pemberian gelar adat ini didasarkan pada Surat Keputusan Nomor 02 Tahun 2026 sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas kepemimpinan Hengky Honandar dalam memimpin Kota Bitung.

Adapun gelar adat yang disematkan adalah Bataha Ikamanggi Torehe Tulung Banua, yang bermakna pemimpin yang arif dan bijaksana dalam menjaga serta memelihara negeri dengan kekuatan, integritas, dan sikap mengayomi masyarakat, sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan adat istiadat Nusa Utara.

Prosesi penyerahan Surat Keputusan penganugerahan gelar adat berlangsung khidmat melalui tata cara adat, disaksikan unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga Kota Bitung yang hadir mengikuti upacara Tulude. Momen tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perayaan adat Tulude yang sarat nilai budaya dan spiritual bagi masyarakat Nusa Utara.

Ketua IKSSAT Kota Bitung, Forsman Dandel, menyampaikan Wali Kota Hengky Honandar dinilai layak menerima gelar adat tersebut karena konsistensinya dalam menunjukkan kepemimpinan yang mengedepankan kebersamaan, menghormati keberagaman budaya, serta menjaga harmoni sosial di Kota Bitung.

Selain itu, Hengky Honandar juga dinilai mampu merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas Sitaro, Sangihe, dan Talaud, dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wali Kota Bitung Hengky Honandar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh IKSSAT Kota Bitung. Dia juga menegaskan penganugerahan gelar adat ini bukan sekadar penghormatan pribadi, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Gelar adat ini menjadi pengingat bagi saya untuk terus memimpin dengan hati, menjaga persatuan, serta melestarikan adat dan budaya Nusa Utara sebagai identitas kita bersama,” ujar Hengky Honandar.

Upacara adat Tulude Pemerintah Kota Bitung sendiri digelar selama dua hari, yakni 30 hingga 31 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian tradisi adat, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan antarwarga serta memperkuat identitas budaya masyarakat Bitung yang majemuk.(Ramlan)

LAINNYA
x