x
Pemerintah Kabupaten Bangkalan Advertisment

Tradisi Rebutan Uang dan Buah Warnai Peringatan Maulid Nabi di Bangkalan

2 minutes reading
Thursday, 4 Sep 2025 16:59 31 View Redaksi Tajuk.News

TAJUK BANGKALAN – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1445 Hijriah dirayakan meriah oleh warga di berbagai kampung dan desa di Kabupaten Bangkalan.

Salah satu tradisi unik yang masih terus dilestarikan adalah rebutan uang dan buah, yang menjadi bagian dari rangkaian pembacaan Syaraful Anam dari rumah ke rumah warga.

Tradisi ini bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW.

Setiap rumah yang menjadi tuan rumah acara akan menyiapkan buah-buahan dan uang untuk dibagikan secara simbolik dalam suasana penuh keakraban dan kegembiraan.

Edi Abdul Aziz, salah seorang warga Desa Tanah Merah, menjelaskan tradisi rebutan tersebut sudah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi momen tahunan yang dinanti-nanti.

“Acara seperti ini sudah berlangsung turun-temurun dari tahun ke tahun. Bahkan warga yang merantau biasanya pulang kampung khusus untuk ikut merayakan Maulid Nabi ini,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).

Tradisi ini bersifat inklusif. Tak hanya kaum laki-laki, anak-anak dan perempuan juga diundang untuk mengikuti acara, terutama saat momen rebutan uang dan buah berlangsung.

“Warga sangat antusias karena saat rebutan itu tuan rumah menyebarkan uang dan buah ke tengah-tengah kerumunan. Suasananya ramai dan menyenangkan, tapi tetap penuh hormat karena ini bagian dari syiar,” tambahnya.

Selain sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, tradisi ini juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Suasana kekeluargaan sangat terasa karena hampir seluruh warga desa berkumpul, saling berinteraksi, dan merasakan kebersamaan.

“Ini bukan hanya perayaan Maulid, tapi juga ajang silaturahmi. Karena warga berkumpul jadi satu, secara otomatis hubungan antarwarga juga makin erat,” tutupnya.

LAINNYA
x