Pasca Dilantik, Wabub Blitar Beky Panen Raya Jagung Jaga Swasembada Pangan

TAJUK BLITAR – Wakil Bupati Blitar, Beky Herdiansah laksanakan panen raya jagung bersama masyarakat Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo dalam rangka menjaga ketahanan pangan, Senin (24/2/2025).

Pasca dilantik Presiden RI Prabowo Subianto beberapa waktu yang lalu, Wabub Beky dihari pertama langsung melaksanakan Panen raya jagung, Melalui agenda ini, juga menjaga swasembada pangan di Kabupaten Blitar.

Dalam keteranganya, Wabup Beky mengatakan, berdasarkan dengan data masuk, pada tahun 2025 luas tanam jagung di wilayah setempat ditarget mencapai 51.740 hektare dengan produksi jagung pipil lebih dari 256.246 ton.

Target ini, lebih besar bila dibandingkan sengan tahun 2024 yakni sekitar 48.521 hektare.

“Semoga hasil panen panjenengan tahun ini hasilnya maksimal, tambah banyak, dijauhkan dengan hama dan kualitas jagungnya bagus-bagus. Ini peluang bagi kita semua, bahwa kebutuhan jagung di Kabupaten Blitar banyak jadi kalau bisa fokus disitu,” katanya.

Wabup juga mengingatkan petani agar upgrade wawasan seputar pengetahuan bertani di era modern. Karena, ditengah perkembangan zaman serba cepat dibutuhkan pemikiran yang simpel namun outputnya besar. Oleh karena itu, Dinas Pertanian dan Pangan wajib memberikan pendampingan kepada mereka.

“Di samping itu, saya mendorong supaya generasi muda juga ikut berkecimpung di sektor pertanian. Apabila, mereka hadir dan ikut berpartisipasi pasti produktivitas pertanian di Kabupaten Blitar semakin melimpah. Intinya, kalau mau sukses jadi pengusaha jangan pernah malu memulai sesuatu yang baru,” tambahnya.

Keberhasilan dibidang pangan ini tidak saja menjadi tanggung jawab para petani, namun perlu dukungan semua pihak, termasuk generasi muda.

“Saya berharap generasi muda di wilayah kita ini tidak gengsi untuk menjadi petani. Istilah kerennya petani milenial. Karena dengan kecanggihan teknologi saya optimis generasi muda ini mampu meningkatkan produksi pangan,” tambahnya.

Wabup juga menambahkan, ketahanan pangan harus dijaga dan diterapkan di lingkup terkecil seperti memanfaatkan pekarangan dengan ditanami komoditas hortikultura.

“Dengan begitu, akan tercipta sumber pangan yang berkelanjutan, sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga,” tutupnya.(Adv)