x

URC Polres Kotamobagu Cegah Tawuran Pelajar Hingga Backup Kasus Curanmor

2 minutes reading
Friday, 16 Oct 2026 10:15 188 View Gian Limbanadi

TAJUKKOTAMOBAGU – Upaya menjaga keamanan wilayah terus digencarkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Kotamobagu.

Melalui patroli mobile, tim bergerak menyisir sejumlah titik rawan untuk mencegah gangguan kamtibmas, termasuk aksi tawuran pelajar.

Pada Kamis 17 Oktober 2026, pukul 09.07 WITA, kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel dan arahan pimpinan terkait pola patroli mobile yang akan dilaksanakan.

Usai apel, tim langsung melakukan penyisiran di wilayah Kota Kotamobagu. Di tengah patroli, tim menerima informasi dari warga tentang adanya sekelompok pelajar yang berkumpul di samping salah satu sekolah.

Merespons laporan itu, sekitar pukul 09.45 WITA tim tiba di lokasi. Sejumlah pelajar kemudian dilakukan pemeriksaan badan dan kendaraan.

Petugas juga memberikan pembinaan serta imbauan agar tidak terlibat tawuran, dan mengarahkan mereka untuk kembali ke sekolah masing-masing.

Patroli berlanjut. Pada pukul 10.48 WITA, Tim URC mendampingi Unit I dentifikasi Sat Reskrim dalam pelaksanaan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembongkaran warung milik warga di Kelurahan Mongondow, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Aksi cepat kembali ditunjukkan pada sore hari. Pukul 17.55 WITA, Tim URC Polres Kotamobagu membackup personel URC Polda Sulut dalam pengejaran kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua yang diduga pelakunya melarikan diri ke wilayah Kotamobagu.

Patroli mobile pun terus dilanjutkan hingga menyisir pusat Kota Kotamobagu sampai Jumat 17 Oktober 2026 dini hari. Hingga patroli berakhir, situasi terpantau aman dan kondusif.

Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., melalui Kasat Reskrim AKP Mahadewa Bayu S, S.Tr.K., S.I.K., menegaskan, bahwa pihaknya akan terus mengintensifkan patroli mobile URC.

“Patroli mobile URC ini adalah komitmen kami untuk memberikan rasa aman. Pencegahan tawuran pelajar menjadi atensi, kami tidak ingin anak-anak sekolah menjadi korban maupun pelaku kejahatan jalanan,” ujar Mahadewa.

“Setiap laporan warga akan kami respon cepat, baik itu gangguan kamtibmas, curanmor, maupun tindak pidana lainnya. Kami minta orang tua dan pihak sekolah ikut mengawasi,” sambungnya menegaskan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor melalui Call Center 110 atau menghubungi personel terdekat jika menemukan potensi gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.***

LAINNYA
x