TAJUK BOLMUT- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) terus memperkuat disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Setelah sebulan diterapkan, penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Disiplin Kehadiran ASN (SIDAK) mulai dievaluasi untuk melihat berbagai kendala yang muncul di lapangan.
Evaluasi tersebut dilakukan melalui Sosialisasi dan Pengenalan Aplikasi SIDAK yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Boltara, dr. Jusnan C. Mokoginta, MARS, mewakili Bupati Boltara Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., di Lantai III Kantor Bupati Boltara, Rabu (26/8/2026).
Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai fitur dan cara penggunaan aplikasi. Forum tersebut juga menjadi ruang bagi masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyampaikan pengalaman selama satu bulan menggunakan SIDAK.
Sejumlah kendala teknis maupun persoalan yang ditemui dalam penerapan aplikasi dibahas bersama. Masukan dari OPD dinilai penting agar sistem yang digunakan untuk memantau kedisiplinan kehadiran ASN tersebut bisa terus disempurnakan.
Sekda Jusnan mengatakan, SIDAK merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih disiplin, transparan dan akuntabel.
“SIDAK ini hadir untuk memastikan disiplin kehadiran ASN dapat terpantau secara real time. Saya minta kepada seluruh OPD agar kendala yang muncul selama satu bulan ini segera disampaikan, sehingga kita bisa carikan solusi bersama,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan aplikasi tersebut bukan sekadar soal mencatat kehadiran ASN. Lebih dari itu, kedisiplinan diharapkan dapat berujung pada peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
“Tujuannya satu, untuk pelayanan publik yang lebih baik,” tegas Jusnan.
Ia juga mendorong seluruh OPD untuk aktif memberikan masukan selama proses penerapan SIDAK. Dengan begitu, sistem dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan semakin mudah digunakan oleh para ASN.
Pemkab Boltara berharap optimalisasi SIDAK dapat mendorong terbentuknya budaya kerja yang lebih disiplin di lingkungan pemerintahan. Kehadiran ASN yang terpantau dengan baik diharapkan ikut memperkuat kinerja perangkat daerah dan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, pimpinan OPD, Direktur Utama RSUD Boltara, para camat, administrator serta pejabat eselon IV.