x

Razia Gabungan di Sidoarjo, Wabup Mimik Instruksikan Penertiban Berkelanjutan

2 minutes reading
Saturday, 11 Jul 2026 20:12 256 View Redaksi Tajuk.News
TAJUK SIDOARJO – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P., memimpin inspeksi mendadak (sidak) dan razia di tiga lokasi yang diduga menjadi pusat penyakit masyarakat pada Sabtu (11/7/2026) malam.

Operasi menyasar warung remang-remang di kawasan selatan Pabrik Gula Krembung, lokalisasi Krengseng di Krian, serta sejumlah tempat karaoke dan lokasi tongkrongan di Desa Lebo.

Razia yang dipimpin bersama Kepala Satpol PP Kabupaten Sidoarjo Yany Setyawan itu melibatkan personel Satpol PP, TNI, Polri, dan Forkopimka sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus menekan penyebaran HIV/AIDS.

Di lokasi pertama, kawasan warung remang-remang Desa Mojoruntut, petugas tidak menemukan aktivitas yang diduga terkait praktik prostitusi. Sementara di kawasan lokalisasi Krengseng, tim mengamankan empat wanita penghibur serta menerima informasi adanya dugaan praktik perjudian, seperti sabung ayam dan permainan kartu. Namun, sebagian besar lokasi telah kosong diduga karena informasi razia lebih dahulu bocor.

Mimik menegaskan penertiban harus terus dilakukan. Ia menginstruksikan bangunan liar di lokasi segera dibongkar sesuai prosedur dan kawasan dibersihkan agar tidak kembali digunakan untuk aktivitas yang melanggar aturan.

“Kalau memang berpindah tempat, segera dibersihkan. Jangan sampai dibiarkan berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Begitu terlihat ada aktivitas lagi, langsung ditertibkan,” tegas Mimik.

Sidak kemudian dilanjutkan ke Desa Lebo. Di lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah lapak karaoke dan tempat tongkrongan yang berdiri di atas tanah kas desa (TKD), berbagai jenis minuman keras, serta beberapa pengunjung yang tidak membawa kartu identitas.

Mimik meminta pemerintah desa segera melakukan pendataan dan penataan ulang seluruh lapak yang berdiri di atas aset desa agar memiliki kejelasan administrasi serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa.

Ia juga mengakui adanya dugaan kebocoran informasi operasi di beberapa titik yang menyebabkan lokasi razia telah kosong sebelum petugas tiba. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar operasi berikutnya berjalan lebih efektif.

Selain melakukan penertiban, Mimik berharap kawasan yang selama ini menjadi lokasi penyakit masyarakat dapat dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau atau taman yang bermanfaat bagi warga.

“Razia akan terus kami lakukan. Sikat habis! Sidoarjo harus bersih, nyaman, dan asri,” tegasnya.

LAINNYA
x