Bupati Sidoarjo H. Subandi, saat menghadiri HLM TP2DD Kabupaten Sidoarjo yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Senin (6/4/2026).(foto: Ida) TAJUK SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperkuat komitmennya dalam mendorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), berbagai inovasi terus dilakukan guna mempercepat dan memperluas implementasi transaksi keuangan digital di daerah.
Upaya tersebut membuahkan hasil membanggakan. Pada tahun 2025, TP2DD Kabupaten Sidoarjo berhasil meraih apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI dengan predikat terbaik III wilayah Jawa-Bali. Capaian ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Sidoarjo dalam mengakselerasi digitalisasi sistem keuangan daerah.
Memasuki tahun 2026, komitmen tersebut semakin diperkuat melalui rencana penerapan QRIS Tap pada setiap transaksi keuangan. Inovasi ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran digital secara lebih cepat, praktis, dan aman tanpa perlu memindai barcode. Transaksi cukup dilakukan dengan menempelkan ponsel ke mesin EDC atau perangkat pembaca contactless.
Komitmen ini ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) TP2DD Kabupaten Sidoarjo yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Senin (6/4/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang evaluasi Championship TP2DD 2025, tetapi juga sebagai persiapan menghadapi Championship TP2DD 2026 serta sosialisasi pemanfaatan QRIS Tap. Sejumlah narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Bank Indonesia turut hadir memberikan pemaparan.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menegaskan forum HLM bukan sekadar rapat koordinasi rutin, melainkan forum strategis untuk menyamakan langkah dan mempercepat implementasi digitalisasi keuangan daerah.
“Digitalisasi sudah menjadi instrumen mutlak, bukan lagi pilihan, untuk menekan kebocoran anggaran, menjamin transparansi, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara terukur,” ujarnya.
Subandi juga mengapresiasi kinerja TP2DD yang berhasil membawa Sidoarjo meraih peringkat ketiga terbaik di wilayah Jawa-Bali. Bahkan, inovasi pembayaran retribusi non tunai Pemkab Sidoarjo juga dinobatkan sebagai program unggulan terbaik ketiga tingkat nasional.
Keberhasilan tersebut turut mendorong capaian ETPD Kabupaten Sidoarjo hingga mencapai 99,5 persen pada semester II tahun 2025, tertinggi di Provinsi Jawa Timur.
“Capaian ini adalah buah dari kerja keras seluruh anggota TP2DD Kabupaten Sidoarjo,” tambahnya.
Ke depan, Bupati Subandi menekankan pentingnya perluasan implementasi ETPD di berbagai sektor, termasuk perdagangan dan kesehatan. Ia juga mendorong penerapan transaksi digital di pasar tradisional guna meningkatkan penerimaan daerah.
“Saat ini retribusi pasar masih kecil. Kita harus dorong implementasi ETPD di pasar-pasar, sehingga masyarakat bisa melakukan pembayaran non tunai dengan mudah,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Sidoarjo, Fenny Apridawati selaku Ketua Harian TP2DD, menyampaikan bahwa penguatan ETPD akan didukung penuh melalui penerapan QRIS Tap di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurutnya, digitalisasi transaksi terbukti selaras dengan peningkatan pembangunan daerah. Hal ini tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sidoarjo yang mencapai 83,35, tertinggi di Jawa Timur untuk kategori kabupaten.
Selain itu, pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI) di Sidoarjo juga tercatat sebagai yang tertinggi di Jawa Timur dan menempati peringkat keempat secara nasional.
“Peningkatan pendapatan daerah tidak terlepas dari digitalisasi. Kita juga didukung infrastruktur perbankan yang kuat untuk mempercepat implementasi berbagai jenis transaksi digital,” jelasnya.
Dengan berbagai capaian dan inovasi yang terus dikembangkan, Pemkab Sidoarjo optimistis digitalisasi keuangan daerah akan semakin memperkuat transparansi, efisiensi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(Ida)