Calon Ketua DKP PWI Sulawesi Utara, Ramon Wowor, Sabtu (28/3/2026).(foto: PWITAJUK SULUT – Calon Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara, Ramon Wowor, menyatakan komitmennya untuk mendorong kemandirian ekonomi wartawan melalui program dukungan permodalan bagi PWI kabupaten/kota se-Sulut.
Dalam bincang khusus bersama awak media, Ramon mengungkapkan rencananya membuka akses pendanaan melalui skema kerja sama berbasis koperasi.
Dia menyebut, setiap PWI kabupaten/kota berpeluang memperoleh dana pinjaman berkisar antara Rp100 juta hingga Rp500 juta.
“Ke depan, tiap daerah akan dibentuk unit simpan pinjam yang dikelola dan diawasi langsung oleh pengurus PWI setempat. Ini bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi wartawan,” ujarnya.
Ramon yang juga menjabat sebagai Kepala Cabang Manado salah satu koperasi simpan pinjam terbesar di Indonesia itu menegaskan, program tersebut bukan sekadar wacana.
Dia juga mengatakan, inisiatif tersebut pernah disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PWI Sulut, dan telah mendapat respons positif dari PWI Kabupaten Minahasa Selatan.
“Insya Allah dalam waktu dekat akan dimulai dengan penandatanganan MoU bersama Ketua PWI Minahasa Selatan, Tamura Watung,” tambahnya.
Meski mencalonkan diri sebagai Ketua DKP, Ramon menegaskan tetap akan menjalankan fungsi utama Dewan Kehormatan, yakni menjaga marwah organisasi PWI sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Baginya, penguatan ekonomi wartawan merupakan bagian penting dalam menjaga integritas profesi.
“Kalau wartawan kuat secara ekonomi, maka tidak akan mudah dipengaruhi. Ini penting untuk menjaga independensi dan menjalankan fungsi kontrol sosial secara maksimal,” tegas jurnalis yang telah berkiprah sejak tahun 1980 itu.
Dukungan terhadap gagasan tersebut juga datang dari daerah. Ketua PWI Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Erwin Winerungan, menyatakan ketertarikannya untuk terlibat dalam pengembangan usaha koperasi tersebut.
Erwin yang juga memiliki usaha perkebunan sayur di Modayag menyebut, wartawan memang perlu memiliki usaha sampingan guna menunjang kesejahteraan.
“Wartawan harus punya usaha tambahan. Saya siap mengikuti prosedur yang ada untuk pengembangan koperasi ini,” ungkapnya.
Ramon menambahkan, terpilih atau tidak dirinya sebagai Ketua DKP bukanlah tujuan utama. Dia lebih menekankan pentingnya meningkatkan harkat dan martabat wartawan melalui kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.
“Yang utama adalah bagaimana kita mengangkat PWI Sulut agar lebih bermartabat. Ketika ekonomi wartawan kuat, maka profesi ini akan semakin dihargai,” tutupnya.