x

Pemkot Bitung Bahas Penanganan Insiden Sari Kelapa–Empang Bersama Forkopimda

2 minutes reading
Monday, 9 Mar 2026 14:50 305 View Redaksi Tajuk.News

TAJUK BITUNG – Wali Kota Bitung Hengky Honandar. SE bersama Wakil Walikota Bitung Randito Maringka, S.Sos gelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan unsur lintas sektoral untuk membahas insiden yang terjadi antara warga Kampung Sari Kelapa dan Kampung Empang di Bitung.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Merdeka Lounge Kantor Wali Kota Bitung, Senin (8/3/2026), dan dihadiri unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, serta pihak terkait guna merumuskan langkah bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam arahannya, Wali Kota Bitung Hengky Honandar menyampaikan bahwa pemerintah bersama aparat keamanan telah menyepakati beberapa langkah penanganan untuk meredam situasi.

“Kami sepakat akan menyiapkan pos pengamanan di jalan penghubung antara Sari Kelapa dan Empang untuk memantau pergerakan anak-anak muda yang sering memicu keributan, sehingga potensi gangguan bisa dicegah lebih awal,” ujar Honandar.

Ia juga menegaskan bahwa aparat akan mendalami kemungkinan adanya pihak yang berada di balik konflik tersebut.

“Kami akan menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual di balik kekacauan yang terjadi berulang.

Jika ditemukan, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Selain itu, pemerintah bersama aparat TNI dan Polri akan meningkatkan pengamanan melalui patroli rutin.

“Tim gabungan dari pemerintah, TNI dan Polri akan memaksimalkan patroli untuk menjaga situasi tetap aman serta memberikan rasa tenang bagi masyarakat,” tambahnya.

Wali Kota juga mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif membantu menjaga kedamaian di tengah warga.

“Kami berharap dukungan tokoh agama dan tokoh masyarakat agar bersama-sama mengajak warga menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi,” jelasnya.

Di sisi lain, Honandar menekankan pentingnya perhatian orang tua terhadap anak-anak yang sering terlibat dalam keributan.

“Kami meminta para orang tua memberikan pengawasan lebih kepada anak-anak, agar mereka tidak terus terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Bitung juga akan mengajak para anak muda yang sering terlibat dalam insiden tersebut untuk berdialog.

“Kami akan memanggil mereka dan menanyakan apa yang sebenarnya mereka butuhkan, apakah pekerjaan, pengakuan jati diri, atau ruang kegiatan positif seperti olahraga, sehingga energi mereka bisa disalurkan ke hal yang lebih baik,” tutup Honandar.(Ramlan)

LAINNYA
x