
TAJUKSULUT – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026 melonjak ke angka 128,50, menandakan daya beli dan kesejahteraan petani di Bumi Nyiur Melambai semakin kokoh.
Dengan capaian tersebut, petani Sulut rata-rata memiliki surplus pendapatan sebesar 28,5 persen setelah memenuhi biaya operasional dan konsumsi harian.
Kepala BPS Sulut menegaskan bahwa tren positif ini didorong oleh kenaikan harga komoditas unggulan daerah yang melaju lebih cepat dibandingkan inflasi sarana produksi seperti pupuk dan bibit.
“Kondisi ini memberikan ruang profit lebih lebar bagi petani. Daya saing produk lokal di pasar nasional maupun ekspor sedang dalam posisi sangat baik,” ujar perwakilan BPS dalam rilis resmi.
Menanggapi data tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut melalui Dinas Pertanian menyatakan akan memperkuat program subsidi tepat sasaran. Fokus utama adalah menjaga stabilitas harga agar tren positif ini berkelanjutan.
Langkah konkret yang disiapkan meliputi optimalisasi rantai pasok dari desa ke pasar kota, pemberian bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) untuk menekan biaya produksi, serta penguatan asuransi pertanian guna memitigasi risiko gagal panen.***