Rakor Forum Lintas Sektoral bersama unsur Forkopimda Kota Bitung di Aula Merdeka Lounge Kantor Wali Kota Bitung, Senin (9/3/2026).(foto: Alan)TAJUK BITUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Lintas Sektoral bersama unsur Forkopimda Kota Bitung untuk membahas situasi keamanan terkait konflik antar kelompok pemuda yang terjadi di wilayah Kota Bitung. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., dan berlangsung di Aula Merdeka Lounge Kantor Wali Kota Bitung, Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Bitung Barat 1, Kecamatan Maesa, Senin (9/3/2026).
Rapat koordinasi ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, S.Sos., Sekretaris Daerah Kota Bitung Ignatius Rudy Theno, ST., MT., MAP., Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, SIK., M.H., Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., serta sejumlah pejabat dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari Koarmada II, Yonmarhanlan VIII Bitung, Secata Rindam XIII/Merdeka, Satrol Kodaeral VIII, Subdenpom XIII/1-2 Bitung, Kejaksaan Negeri Bitung, BIN Korwil Bitung, serta jajaran perangkat daerah seperti Satpol PP, Kesbangpol, camat dan lurah setempat.
Dalam rapat tersebut, seluruh peserta memberikan masukan dan pandangan guna mencari solusi bersama serta merumuskan langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Diskusi juga menyoroti perkembangan situasi di lapangan serta langkah penanganan terpadu untuk mencegah konflik lanjutan.
Kapolres Bitung AKBP Albert Zai melaporkan aparat kepolisian telah mengamankan 20 orang pemuda yang terlibat dalam pertikaian. Mereka terdiri dari 11 orang dari Kampung Sari Kelapa dan 9 orang dari Kampung Empang. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa panah wayer.
Menurut Kapolres, konflik tersebut bermula dari saling ejek di media sosial yang kemudian berlanjut menjadi saling tantang hingga berujung perkelahian. Sebagai langkah pengamanan, Polres Bitung akan mendirikan pos pengamanan di lokasi pertikaian serta menyiapkan jadwal pengamanan yang melibatkan personel gabungan yang dibentuk oleh Pemerintah Kota Bitung.
Sementara itu, Wali Kota Bitung Hengky Honandar mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam mengamankan para pelaku.
“Kesimpulan yang saya ambil, semua masukan kita tampung dan akan kita pelajari lebih lanjut. Pembuatan pos pengamanan di lokasi pertikaian harus segera dilakukan. Setelah itu, kita akan mengumpulkan para pemuda yang bertikai untuk mencari solusi bersama,” ujar Hengky.
Di sisi lain, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ menegaskan pentingnya sinergitas dan koordinasi antarinstansi dalam menjaga keamanan wilayah. Ia memastikan TNI siap mendukung langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah dan kepolisian.
“Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini diharapkan seluruh pihak dapat bersinergi dalam mengambil langkah preventif maupun penanganan yang tepat, sehingga konflik antar kelompok pemuda dapat segera diselesaikan dan situasi keamanan di Kota Bitung tetap terjaga dengan baik,” tegasnya.(Ramlan)