x

Setahun Kepemimpinan Hengky–Randito, Bitung Tunjukkan Arah Pembangunan Nyata

4 minutes reading
Friday, 20 Feb 2026 14:05 256 View Haris Zakaria

TAJUK BITUNG – Genap satu tahun sejak resmi dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE dan Wakil Wali Kota Randito Maringka, S.Sos, terus menunjukkan komitmen menghadirkan pembangunan yang terarah dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kemenangan dalam Pilkada Bitung 2024 dengan perolehan 73.388 suara atau sekitar 63–64 persen suara sah menjadi mandat kuat bagi keduanya untuk bekerja cepat, efektif, dan berpihak kepada rakyat.

Memasuki tahun pertama pemerintahan, sejumlah capaian strategis mulai terlihat, mencakup sektor ekonomi, pelayanan publik, hingga penguatan identitas dan harmonisasi sosial.

Visi Harmonisasi Menuju Bitung Maju

Sejak awal kepemimpinan, Hengky–Randito mengusung visi “Mewujudkan Bitung Maju” melalui pendekatan harmonisasi pembangunan.

Visi tersebut diterjemahkan melalui sejumlah misi utama, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), membangun dari kelurahan untuk pemerataan ekonomi berkeadilan, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel, menyelaraskan kehidupan harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, meningkatkan toleransi antarumat beragama, serta mendorong terciptanya lingkungan industri yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Konsep harmonisasi ini menjadi fondasi dalam menyatukan pembangunan SDM, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga pengelolaan lingkungan demi mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Ekonomi dan Fiskal Menguat

Di bawah kepemimpinan Hengky–Randito, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bitung tahun 2025 menunjukkan tren positif. Hingga akhir November 2025, realisasi PAD mencapai sekitar Rp100,5 miliar atau sekitar 93 persen dari target.

Angka ini meningkat lebih dari 37 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang berada di kisaran Rp73 miliar.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Bitung juga berhasil menyelesaikan sekitar Rp80 miliar atau kurang lebih 70 persen dari total kewajiban keuangan daerah. Langkah ini memperkuat stabilitas fiskal sekaligus membuka ruang anggaran yang lebih sehat untuk pembangunan dan pelayanan publik.

Keberpihakan pada Rakyat Kecil

Komitmen keberpihakan kepada masyarakat kecil diwujudkan melalui penurunan retribusi pasar hingga 50 persen bagi pedagang.

Kebijakan ini membantu pedagang bertahan di tengah tekanan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Di sektor pendidikan, ribuan siswa menerima bantuan seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah guna meringankan beban orang tua serta memastikan anak-anak tetap bersekolah tanpa hambatan ekonomi.

Penguatan SDM dan Kesehatan

Program intervensi stunting menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, melalui pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil.

Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Bitung yang sehat dan produktif.

Selain itu, pemerintah mengangkat sekitar seribuan PPPK paruh waktu sebagai bentuk kepastian kerja sekaligus penguatan pelayanan publik di tengah keterbatasan fiskal.

Infrastruktur dan Layanan Dasar

Di sektor infrastruktur, revitalisasi sistem penyediaan air bersih di Kelurahan Makawidey, Kecamatan Aertembaga mulai berjalan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Perbaikan Jalan SH Sarundajang juga dilakukan secara bertahap guna memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.

Pemerintah turut menghadirkan akses internet di wilayah blank spot seperti Punaungian dan Pulau Lembeh, membuka peluang lebih luas bagi pendidikan digital, layanan pemerintahan berbasis elektronik, serta pengembangan UMKM.

Perikanan, Industri, dan Ekspor

Sebagai kota pelabuhan dan pusat industri perikanan, Bitung terus memperkuat sektor kelautan.

Dukungan terhadap pengembangan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung menjadi Eco Fishing Port modern diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menyerap tenaga kerja, serta memperkuat ekspor.

Bitung juga menjadi titik peluncuran ekspor komoditas unggulan senilai Rp13,36 miliar ke tujuh negara tujuan melalui pelabuhan peti kemas, menegaskan posisi strategis kota ini sebagai gerbang ekspor Indonesia timur.

Harmoni Sosial dan Budaya

Dalam upaya memperkuat identitas lokal, pemerintah meresmikan Monumen Samuel Languyu pada 15 Januari 2026. Peresmian ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah sekaligus sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.

Koordinasi rutin bersama Forkopimda juga terus dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Bitung.

Terus Bergerak

Memasuki satu tahun pemerintahan per 20 Februari 2026, kepemimpinan Hengky–Randito dinilai tidak hanya fokus pada perencanaan, tetapi konsisten menghadirkan kerja nyata di lapangan.

Dengan fondasi visi yang jelas serta kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kota Bitung terus bergerak menuju kota yang maju, harmonis, dan berkeadilan bagi seluruh warganya.(Ramlan)

LAINNYA
x