Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Ir. Dwi Hary Soeryadi, M.M.T., Minggu (1/2/2026).(foto: IK)TAJUK SIDOARJO – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo terus melakukan pembenahan menyeluruh melalui penguatan tata kelola perusahaan dan transformasi digital. Langkah ini menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kinerja bisnis sekaligus kualitas layanan air bersih kepada masyarakat di tahun 2026 dan seterusnya.
Strategi tersebut disiapkan sebagai jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan, mulai dari keterbatasan cakupan layanan, tingginya tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), hingga potensi krisis air bersih di masa mendatang.
Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Ir. Dwi Hary Soeryadi, M.M.T., menegaskan tahun 2026 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat sistem pengelolaan internal dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital.
“Di tahun 2026 ini kami fokuskan bagaimana tata kelola dan digitalisasi menjadi kunci dalam membangun kinerja bisnis dan meningkatkan layanan Perumda Delta Tirta Sidoarjo,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Perumda Delta Tirta menjalankan pilot project pemanfaatan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi air sekaligus menekan angka kehilangan air yang selama ini masih tergolong tinggi.
“Kami mencoba pilot project menggunakan SCADA yang kami harapkan dapat menurunkan tingkat kehilangan air yang saat ini masih cukup tinggi,” jelas Dwi Hary.
Tak hanya fokus pada efisiensi, Perumda Delta Tirta juga menyiapkan strategi perluasan cakupan pelayanan air bersih, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan perpipaan. Program ini akan dilaksanakan melalui skema kerja sama Business to Business (B to B) dengan pihak ketiga.
Di sisi produksi, perusahaan juga berkomitmen meningkatkan kapasitas pasokan air dengan melakukan upgrading Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang telah ada, sekaligus membangun IPA baru untuk menjawab kebutuhan air bersih yang terus meningkat.
Untuk mendukung pelayanan yang lebih cepat dan transparan, Perumda Delta Tirta terus mengembangkan Aplikasi Pelangi, sebuah platform digital yang memudahkan pelanggan dalam mengakses berbagai layanan.
“Melalui Aplikasi Pelangi, pelanggan bisa mendaftar sambungan baru, melihat rekening, melakukan pembayaran, hingga menyampaikan pengaduan langsung melalui handphone,” ungkapnya.
Pemanfaatan aplikasi ini terbukti mampu memangkas waktu layanan pemasangan sambungan baru secara signifikan. Jika sebelumnya proses pemasangan membutuhkan waktu satu hingga dua bulan, kini dapat diselesaikan dalam hari yang sama.
Dengan penguatan tata kelola, digitalisasi sistem, serta peningkatan infrastruktur produksi dan distribusi, Perumda Delta Tirta Sidoarjo optimistis mampu menghadirkan layanan air bersih yang semakin andal, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Langkah transformasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat Sidoarjo melalui ketersediaan air bersih yang berkelanjutan.(Ida)