x
Pemerintah Kabupaten Bangkalan Advertisment

IAI, MASTREN, dan PII Bersinergi Tingkatkan Infrastruktur Pondok Pesantren

2 minutes reading
Tuesday, 3 Feb 2026 20:52 425 View Redaksi Tajuk.News

TAJUK JAKARTA – Langkah strategis untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan Islam di Indonesia resmi dimulai. Tiga lembaga nasional, yakni Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Masyarakat Pesantren Nasional (MASTREN), dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Kerja Sama Peningkatan Lingkungan dan Keandalan Bangunan Pondok Pesantren.

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026, dan dilakukan langsung oleh pimpinan tertinggi masing-masing lembaga, yaitu Ar. G. Budi Yulianto selaku Ketua Umum IAI, Dr. K.H. Muchlin Muhsin selaku Ketua Syuriah MASTREN, serta Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie selaku Ketua Umum PII.

Ketua Syuriah MASTREN, Dr. K.H. Muchlin Muhsin, menegaskan bahwa kolaborasi lintas profesi ini bukan sekadar bantuan teknis pembangunan, melainkan upaya strategis untuk memperkuat tata kelola pembangunan pesantren yang berkelanjutan, transparan, dan akuntabel.

“Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas bangunan dan lingkungan pondok pesantren melalui sinergi berkelanjutan,” ujarnya, sebagaimana tertuang dalam naskah penutup MoU.

Dia juga menambahkan, kesepakatan ini akan ditindaklanjuti secara konkret. Ketua Umum PII, Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, bahkan menginstruksikan seluruh jajaran PII, mulai dari tingkat pusat hingga daerah kabupaten dan kota, untuk terlibat langsung dalam mendampingi pembangunan pesantren di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini adalah bentuk pengabdian nyata. Para ahli konstruksi dan arsitek sepakat untuk menghibahkan keilmuan dan profesionalismenya agar pesantren memiliki fasilitas yang layak, aman, dan representatif bagi para santri,” ungkap Dr. K.H. Muchlin Muhsin.

Dalam kerja sama ini, MASTREN berperan sebagai jembatan yang menghubungkan dunia pesantren dengan para profesional di bidang arsitektur dan teknik. Sinergi antara MASTREN, PII, dan IAI diharapkan mampu melahirkan standar baru pembangunan fisik pesantren—modern dan fungsional, namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur tradisi pesantren.

Dengan dukungan penuh dari tokoh-tokoh nasional seperti Ilham Akbar Habibie serta para arsitek dan insinyur profesional, gerakan bertajuk “Mewakafkan Profesi” ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi infrastruktur pesantren di seluruh pelosok negeri.

“Harapannya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung lahirnya generasi unggul,” tutup Dr. K.H. Muchlin Muhsin.(Edi)

LAINNYA
x