Baku Sayang X Baku Hantam yang digelar Panitia Bitung Fighting Club di Taman Dotulong/Tugu Adipura, Kelurahan Madidir Weru, Sabtu (28/2/2026).(foto: Alan)TAJUK BITUNG – Semangat sportivitas dan persaudaraan mewarnai kegiatan olahraga beladiri Street Fighter bertajuk “Baku Sayang X Baku Hantam” yang digelar Panitia Bitung Fighting Club di Taman Dotulong/Tugu Adipura, Kelurahan Madidir Weru, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang penyaluran minat dan bakat generasi muda Kota Bitung di bidang olahraga beladiri, sekaligus mengedepankan nilai kebersamaan dan pengendalian diri.
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bitung Anita Lomban mewakili Wali Kota Bitung, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bitung, Camat Madidir, unsur TNI-Polri, Kepala BNN Bitung, para atlet, pelatih, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Anita Lomban membacakan sambutan tertulis Wali Kota Bitung yang menegaskan bahwa tajuk “Baku Sayang X Baku Hantam” memiliki makna mendalam, mencerminkan karakter masyarakat Sulawesi Utara yang tegas dalam semangat, namun tetap menjunjung tinggi nilai kasih, persaudaraan, dan kebersamaan.
Disebutkan pula bahwa pelaksanaan kegiatan di bulan suci Ramadhan memberikan pesan kuat tentang pengendalian diri, disiplin, serta penguatan mental spiritual.
Menurut Wali Kota, olahraga bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan sarana pembentukan karakter dan penanaman nilai sportivitas.
“Semangat ‘baku hantam’ harus diwujudkan dalam pertandingan yang sportif dan teratur, sementara ‘baku sayang’ tetap menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat. Keras dalam kompetisi, tetapi lembut dalam persaudaraan,” demikian kutipan sambutan Wali Kota.
Pemerintah Kota Bitung juga memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan tersebut sebagai langkah nyata mendukung pembinaan olahraga dan pembangunan karakter generasi muda.
Melalui ajang ini, diharapkan para pemuda dapat menyalurkan energi dan semangat juang di arena olahraga, bukan dalam bentuk konflik di jalanan. Selain meningkatkan kebugaran dan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antar pelajar dan komunitas di Kota Bitung.
Sejalan dengan visi “Harmonisasi Menuju Bitung Maju”, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan positif yang membangun sumber daya manusia unggul, tangguh, dan berakhlak.
Mengakhiri sambutan, kegiatan olahraga beladiri Street Fighter “Baku Sayang X Baku Hantam” secara resmi dinyatakan dibuka, dengan pesan kepada seluruh atlet untuk bertanding penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta tetap menjaga persaudaraan.
“Tetap baku sayang, walau di arena baku hantam.”(Ramlan)