Jajaran Muspika Burneh bersama Satpol PP Kabupaten Bangkalan saat menggelar operasi gabungan Rabu malam (15/1/2025).(foto: Edi)TAJUK BANGKALAN — Jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Burneh bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangkalan menggelar operasi gabungan pada Rabu malam (15/1/2025).
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat terkait dugaan aktivitas yang meresahkan, sekaligus sebagai upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi warga Kecamatan Burneh.
Operasi tersebut melibatkan unsur kecamatan, Satpol PP, serta aparat Muspika lainnya yang sebelumnya telah melakukan koordinasi intensif guna memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Camat Burneh, Erwin Yoe Soef, menjelaskan kegiatan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang mengeluhkan aktivitas sejumlah tempat usaha pada malam hari.
“Kegiatan malam ini berawal dari laporan masyarakat. Kami telah melakukan rapat koordinasi sebelumnya untuk memastikan pelaksanaan operasi berjalan lancar dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan,” ujar Erwin.
Dia juga menambahkan, fokus utama operasi kali ini menyasar sejumlah warung kopi yang diindikasikan menyediakan minuman keras (miras) serta fasilitas pemandu lagu (PL). Dua kawasan yang menjadi perhatian utama petugas yakni akses Jembatan Suramadu dan kawasan Tangkel arah timur.
“Ada dua titik lokasi utama yang menjadi target penyisiran petugas, yakni kawasan akses Suramadu dan kawasan Tangkel arah timur yang selama ini menjadi perhatian,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kabupaten Bangkalan, Ariek Moein, menegaskan bahwa operasi gabungan ini merupakan bagian dari upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum.
“Dari lima titik lokasi yang dipantau, petugas memastikan tidak ditemukan pemilik usaha maupun pengunjung yang tertangkap tangan melakukan pelanggaran asusila atau kegiatan terlarang lainnya,” ungkap Ariek.
Meski tidak ditemukan pelanggaran mencolok, Satpol PP tetap mengambil langkah preventif dengan memberikan edukasi secara persuasif serta imbauan kepada para pemilik usaha agar senantiasa mematuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Pihak berwenang juga menegaskan bahwa patroli dan pengawasan di jalur akses Suramadu dan sekitarnya bukan bersifat insidental, melainkan akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setidaknya satu kali dalam sepekan.(Edi)